Kriminalitas HST

Belum Ada Pendampingan dari Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Begini Kondisi Korban

Sejak melakukan pelaporan hingga saat ini belum ada pendampingan dan konseling dari psikolog terhadap TA (9) dan KA (12).

Belum Ada Pendampingan dari Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Begini Kondisi Korban
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Korban TA di Taman Siring Juwita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sejak melakukan pelaporan hingga saat ini belum ada pendampingan dan konseling dari psikolog terhadap TA (9) dan KA (12).

Orangtua KA, yang kini menjadi orangtua asuh bagi TA, Khairullah, membeberkan jika putrinya yang juga sebagai korban terlihat lebih murung pascamenjadi korban pelecehan.

Bahkan, menurutnya TA dan KA sering tak nyambung saat ditanya.

"Ya dua-duanya berada di bawah pengawasan saya saat ini. Kadang suka murung sendiri," katanya.

Ia khawatir dengan psikis putrinya.

Pasalnya hingga saat ini belum ada konseling dari dinas terkait.

"Belum ada konseling. Saking khawatirnya, saya sempat kepikiran untuk lapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang ada di Banjarmasin. Anak-anak punya luka. Ada traumanya," katanya.

Baca: Nasib Irish Bella di Sinetron Cinta Suci SCTV Saat Istri Ammar Zoni Ini Dinyatakan Hamil

Baca: Anak Jadi Korban, Khairullah Minta Keadilan bagi Putrinya, Ternyata Masih Ada Korban Lain

Baca: Kesalahan Luna Maya Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara dan Denda 2 Miliar

Baca: Bacaan Niat Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2019/Idul Fitri 1440 H, Perhatikan Waktu Pembayarannya

Tak hanya traumatik secara psikis ia juga khawatir dengan masa depan TA dan KA.

"Sampai sekarang belum sekolah. Awalnya mau disekolahkan ke pesantren. Eh ujung-ujungnya malah jadi korban," katanya.

Terkait nasib TA, Uwah sapaan akrabnya mengaku akan merawat TA sampai ada kepastian dari keluarga TA.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved