Kriminalitas HST

Diraba pada Bagian ini Bahkan Sempat Diancam, Korban Pilih Kabur

Korban pencabulan yang diduga oleh AJ (61) yang juga pimpinan pondok pesantren di Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Diraba pada Bagian ini Bahkan Sempat Diancam, Korban Pilih Kabur
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Korban TA di Taman Siring Juwita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Korban pencabulan yang diduga oleh AJ (61) yang juga pimpinan pondok pesantren di Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah tak hanya TA (9) warga Melak Provinsi Kalimantan Timur, namun juga KA (12) warga Barabai.

KA lebih beruntung dari TA.

Pasalnya, KA memilih kabur dari pondok pesantren.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (31/5/2019) di Taman Siring Juwita mengatakan,  KA mengaku sempat diraba-raba pada bagian intim.

Ia mengaku A J sempat memegang bagian yang terlarang.

Bahkan, KA sempat hendak dimandikan oleh tersangka.

Baca: Nissa Sabyan & Sabyan Gambus Merilis Lagu Baru Jelang Lebaran 2019 Berjudul Idul Fitri

Baca: Pencabulan Terjadi di Limpasu HST, Korban Hanya Diiming-imingi Baju Baru dan Uang Rp 2 Ribu

Baca: Foto Baru di Instagram Ahmad Dhani Buat Heboh, Suami Mulan Jameela Tampilkan El Rumi Kecil

KA yang merasa tak nyaman akhirnya berontak dan kabur.

Bahkan, KA sempat kabur hingga ke Kandangan ke tempat tantenya.

KA mengaku perlakukan itu diterimanya sesaat saat masuk pesantren.

Berbeda dengan TA yang menjadi santri dan sudah menjadi korban berkali-kali.

KA baru menjadi santri selama dua pekan di sana.

Ia mengaku selama dua pekan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari tersangka.

"Ya diraba-raba. Sempat diancam juga," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved