Berita Kesehatan

Hindarkan Mengemudi Letih dan Kantuk, Kenali Ini Gejala Awalnya

Banyak insiden kecelakaan lalulintas dipicu oleh kondisi fisik letih dan kantuk. Namun, tanda-tanda awal letih dan mengantuk kurang dipahami

Hindarkan Mengemudi Letih dan Kantuk,  Kenali Ini Gejala Awalnya
telegraph.co.uk
Harken, sabuk pengaman pintar, yang memberitahu ketika kita mengantuk. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Saat mengemudi pastikan kondisi fisik benar-benar fresh. Jangan sekali-kali, mengemudi dalam kondisi letih dan kantuk karena bisa berakibat fatal.

Banyak insiden kecelakaan lalulintas dipicu oleh kondisi fisik letih dan kantuk. Namun, selama ini masyarakat kita kurang memahami tanda-tanda awal letih dan mengantuk saat berkendara.

Ada pula, yang bisa merasakan kondisi fisiknya tersebut. Namun, tetap memaksakan mengendarai mobil.

Saat musim mudik seperti sekarang, ada baiknya anda memperhatikan kondisi fisik sebelum mengemudi untuk perjalanan yang jauh.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, tanda-tanda awal kelelahan dan mengantuk ketika berkendara yaitu saat otak sudah mulai tidak terstimuli terhadap apa yang dilihatnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI - Final Liga Champions 2019 Tottenham Hotspur vs Liverpool

Baca: Nissa Sabyan & Sabyan Gambus Merilis Lagu Baru Jelang Lebaran 2019 Berjudul Idul Fitri

Baca: Delapan Pangkalan Gas Elpiji Nakal Diberikan Sanksi, Gas Elpiji Bersubsidi Dijual Diatas HET

"Stimuli yaitu membaca apa yang dia lihat. Misalkan kita sedang mengemudi, kita lihat orang di pinggir jalan, kita langsung antisipasi kalau dia mau menyebrang atau apa, itu tandanya otak terstimuli. Atau kita lihat bus sedang menyusul, kita langsung antisipatif, itu tandanya otak terstimuli, sedangkan kalau kita lelah dan kantuk, tidak bisa," kata Jusri kepada Kompas.com.

Karena itu lanjut Jusri, jika mulai terasa tanda-tanda awal keletihan atau mengantuk segera berhenti di tempat aman atau tempat istirahat. Atau jika dalam keadaan yang darurat, sebaiknya bergantian mengemudi dengan rekan seperjalanan.

Baca: Serunya Sahur Bersama Paman Birin, Warga Sambut Gubernur Kalsel dengan Kuntau

"Jika sudah terasa ada tanda-tanda letih segara berhenti di tempat aman. Tapi karena itu, otak itu harus distimuli terus. Bisa dengan mendengarkan usik, mengobrol ringan dan melatih tindakan antisipatif di dalam otak kita," katanya.

Jusri mengatakan, ketika mudik pastikan perjalanan tidak lebih dari 10 jam. Kalau mau meneruskan perjalanan sebaiknya punya pengemudi cadangan. Menginap di kota tertentu, dan meneruskan lagi perjalanansetelah 6-7 jam tidur beristirahat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenali Tanda Awal Letih dan Kantuk saat Mengemudi "

Penulis : Gilang Satria

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved