BPost Cetak

Rina Bersyukur Anaknya Diterima di SDIT Sabilal Muhtadin, Tak Masalah Biaya Mahal

Rina bersyukur anaknya diterima di SD Islam Terpadu (SDIT) Sabilal Muhtadin saat PPDB Maret 2019.

Rina Bersyukur Anaknya Diterima di SDIT Sabilal Muhtadin, Tak Masalah Biaya Mahal
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Seorang bocah perempuan yang mendaftar di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin mengikuti wawancara bersama panitia PPDB SDN di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin 

BANJARMASIN, BPOST - Saat banyak sekolah dasar negeri (SDN) di Banjarmasin kekurangan murid pasca-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) awal Mei 2019, sejumlah SD swasta justru mendapatkan banyak pendaftar.

Rina bersyukur anaknya diterima di SD Islam Terpadu (SDIT) Sabilal Muhtadin saat PPDB Maret 2019. Oleh karena lulus, dia pun tak mendaftarkan anaknya di SDN pada PPDB Mei 2019.

“Iya alhamdulillah anak saya lulus di SDIT Sabilal Muhtadin,” kata warga Kompleks Su­ngai Andai, Banjarmasin Utara, Kamis (30/5).

Dia pun berharap anaknya mendapatkan pengetahuan umum dan agama secara berimbang. Oleh karena itu Rina tak mempermasalahkan infak gedung Rp 8 juta dan biaya bulanan Rp 600 ribu yang diterapkan pihak sekolah. Sepintas biaya tersebut terlihat mahal, namun bagi Rina sebenarnya relatif murah.

“Iya Rp 600 ribu itu sudah termasuk makan siang anak. Kan murah. Jadi anak tinggal pulang,” katanya.

Baca: Sekolah Kekurangan Siswa, Ersis Wamansyah Abbas : Wajar Cari Sekolah Bermutu

Baca: Imdawarti Menangis Ketinggalan Kapal

Baca: KPK Akan Buktikan Menag Terima Rp 70 Juta

Kepala SDIT Sabilal Muhtadin, Wiyanto, menjelaskan kuota PPDB sebanyak 160 murid sudah terpenuhi. Mereka akan dibagi dalam lima kelas. Sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan, satu rombongan belajar (rombel) terdiri atas sekitar 32 murid. “Tapi kami masih bisa menerima satu sampai dua siswa lagi,” katanya.

Wiyanto mengatakan sekolahnya mengutamakan materi agama. Pelajaran agamanya ada empat jam dan Alquran empat jam dalam sepekan.

Sementara di SDN, pelajaran agama cuma dua jam sepekan. Sekolah juga menerapkan full day untuk kelas 3-6.

Sedangkan SDIT Muhammadiyah 11 dan SDIT Muhammadiyah 5 di Jalan KS Tubun No 105 Banjarmasin masing-masing mendapat 25 murid baru. Guru senior di kedua sekolah tersebut, Hj Raudah, menyatakan kedua sekolah ini jarang mendapatkan sampai 32 siswa sesuai patokan Kementerian Pendidikan. “Kami akan tetap menerima siswa sampai tahun ajaran baru,” kata mantan Kepala SDIT Muhammadiyah 11 dua periode ini.

Mereka tetap bersyukur karena masih mendapatkan murid kendati dikepung lima SDN yang tidak memungut biaya. “Kalau ada tambahan siswa lagi kami makin bersyukur,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved