Lebaran 2019

Santo Sesalkan Harga Tiket Pesawat yang Tinggi, 'Terpaksa Mudik Demi Bertemu Keluarga'

Berdasarkan data dari Posko Terpadu Bandara Syamsudin Noor, pada Senin (27/5) tadi, jumlah penumpang yang berangkat dan datang tercatat 7.132

Santo Sesalkan Harga Tiket Pesawat yang Tinggi, 'Terpaksa Mudik Demi Bertemu Keluarga'
banjarmasinpost.co.id/Nurkholis Huda
Penumpang menunggu keberangkatan di Bandara Syamsudin Noor, Jumat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Santo tampak menenteng barang bawaannya, sesekali ia melihat handphone yang ada di tangannya.

Mata lelaki ini selalu melihat jadwal keberangkatan ke Surabaya dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Dia mengaku tiket yang dibeli ya sebulan yang lalu sudah di angka Rp 1,1 juta.

"Tahun lalu saya dapat harga tiket hanya Rp800 ribu," kata karyawan perusahaan sawit ini.

Dia mengaku menyayangkan harga tiket naik cukup signifikan. Padahal, ada banyak masyarakat yang ingin mudik Lebaran setiap tahunnya.

"Kasihan Mas perantau seperti kami ini. Setahun tidak bertemu keluarga," tandasnya.

Pantauan pemudik pada Jumat (31/5) kemarin, Bandara Syamsudin Noor tampak belum terlalu padat.

Baca: Kode Raffi Ahmad Mundur dari Dunia Hiburan Mencuat, Tapi Suami Nagita Slavina Beri Syarat Ini

Baca: 4 Orang Positif Setelah Tim Gabungan Periksa Urine Sopir Angkutan Umum di HSU, Begini Nasibnya

Baca: Penampakan Mantan Istri Irwan Mussry, Tri Hanurita, Bandingkan Modisnya dengan Maia Estianty

Jumlah penumpang sendiri sebenarnya mulai mengalami peningkatan sejak Rabu (28/5) tadi, namun masih belum signifikan. Dalam dua hari terakhir cuma naik sekitar seribu hingga dua ribu orang tiap harinya.

Berdasarkan data dari Posko Terpadu Bandara Syamsudin Noor, pada Senin (27/5) tadi, jumlah penumpang yang berangkat dan datang tercatat 7.132. Lalu, naik menjadi 8.447 di hari berikutnya (28/5). Kemudian, Rabu (29/5) naik lagi jadi 9.733 dan Kamis (30/5) meningkat menjadi 11.334 penumpang.

Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra tak menampik tren mudik lewat jalur udara tahun ini mengalami penurunan dibandingkan 2018 lalu. "Iya Mas, trennya cenderung negatif dibandingkan tahun lalu," katanya.

Dia mengungkapkan, penurunan jumlah penumpang sendiri sudah terjadi sejak awal tahun. Ketika, sejumlah maskapai penerbangan menerapkan bagasi berbayar dan menaikkan harga tiket. "Jadi kemungkinan penurunan tren karena dua faktor itu," ungkapnya.

Hal senada disampaikan, General Manajer (GM) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty. Dia menyebut pengguna jasa maskapai penerbangan mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu. "Biasanya jumlah penumpang setiap harinya mencapai kisaran 10 ribu orang. Saat ini tercatat hanya tujuh ribu orang saja perharinya," paparnya.

Dia juga menduga, penurunan jumlah penumpang terjadi diakibatkan oleh masih tingginya harga tiket pesawat. "Kami berharap dalam beberapa waktu ke depan harga tiket maskapai penerbangan bisa segera turun. Sehingga dapat menaikkan jumlah penumpang," harap nya. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved