Fikrah

Selamat Tinggal Bulan Alquran

Seorang beriman tidak boleh lepas dari Alquran. Muhammad Iqbal berkata, Make the Quran as if given for you

Selamat Tinggal Bulan Alquran
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum MUI Prov Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebentar lagi kita keluar dari Ramadan, bulan Alquran. Apakah kita mampu membawa Alquran keluar Ramadan. Seorang beriman tidak boleh lepas dari Alquran. Muhammad Iqbal berkata, Make the Quran as if given for you, jadikanlah Alquran sepertinya turun untukmu.

Glanstore, seorang mantan PM Inggris pernah berkata, It’s useless we fight against muslim. We will not able to dominet them so long as there is the Quran is the hearts of the youth. Our duty now is to revoke the Quran of their hearts. Only with this way we will wen and control them.

(Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasai mereka selama di dada para pemuda muslim bertengger Alquran. Tugas kita sekarang, adalah mencabut Alquran dari hati-hati mereka, baru kita akan menang dan dapat menguasai mereka).

Tiada penolong yang lebih utama martabatnya dari Alquran, bukan nabi, bukan malaikat (Syarh Ihya). Jika seseorang meninggal dunia, orang-orang sibuk mengurus jenazahnya, tiba-tiba seseorang berwajah tampan berdiri berbetulan kepala jenazah itu. Setelah jenazah dikuburkan, malaikat Munkar dan Nakir datang menanyainya. Si tampan itu berkata, “Jenazah ini sahabatku, laksanakan tugas kalian. Aku tidak akan meninggalkannya sampai ia masuk surga.” Si tampan berkata kepada sang jenazah, “Aku adalah Alquran yang engkau baca nyaring atau perlahan, sesudah ini tidak ada kesulitan bagimu.” Setelah itu ia menghamparkan permadari sutera seharum kesturi. (HR Albazzar, Fadilat Amal, 609).

Alquran adalah kitab Allah SWT, tidak ada keraguan padanya huda (petunjuk) bagi mereka yang bertakwa. (QS 2/2). Nabi SAW bersabda, innii taraktu fiikum sya’aini, lan tadhillu ba’dahuma, kitaballahi wa sunnatii (sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, kitab Allah dan sunnahku). (HR Alhakim).

Seorang beriman, haruslah mengenal mushaf dimanapun terdapat tulisan Alquran dan wajib memelihara kesuciannya.

Ada empat bentuk (shurah) Alquran, pertama bentuk nuqusy (tulisan) yang terdapat pada mush-haf (lembaran kertas). Mereka yang berhadas kecil atau besar haram menyentuh dan membawanya.

Kedua, bentuk lafazh (ucapan). Seseorang berhadas besar haram melafalkannya sampai ia bersuci, kecuali sebagai zikir seperti basmalah, hamdalah, taklim, isti’adzah, fatihah, ayat kursi, doa atau spontanitas terlontar di lidah.

Ketiga: Alquran dalam bentuk makna pada dzihn (benak) seorang hafizh. Hafizh lebih utama menjadi imam dari seorang qari.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved