Ramadhan 1440 H

Tempat Singgahnya Musafir, Masjid di banjarbaru Jamaah Terus Meningkat, ''Terbuka Bagi Siapa Saja''

Masjid satu ini termasuk tempat ibadah yang sering disinggahi para musafir, sebab lokasinya di tepi jalan sehingga setiap shalat fardhu selalu ada

Tempat Singgahnya Musafir, Masjid di banjarbaru Jamaah Terus Meningkat, ''Terbuka Bagi Siapa Saja''
Banjarmasinpost.co.id/Salmah
Masjid Jami Kanzul Khairat berlokasi di Jalan Panglima Batur, samping Rumah Sakit Mawar, Kota Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masjid satu ini termasuk tempat ibadah yang sering disinggahi para musafir, sebab lokasinya di tepi jalan sehingga setiap shalat fardhu selalu ada musafir yang mampir.

Demikian pula selama Ramadhan 1440 H ini, jamaah lelaki maupun perempuan semakin bertambah setiap adzan shalat fardhu dikumandangkan.

Masjid Jami Kanzul Khairat berlokasi di Jalan Panglima Batur, samping Rumah Sakit Mawar, Kota Banjarbaru.

Dipaparkan Ustadz Syaifurrahman, bagian Ta'mir Ramadhan, selalu terbuka dengan siapa saja.

"Buka puasa di sini, disediakan 250 porsi, jamaahnya warga sekitar dan musafir," ujarnya.

Masjid ini cukup luas, terdiri dua lantai. Ukurannya 21x21 m2 dengan daya tampung hingga 1000 jamaah.

Masjid Kanzul Khairat ini juga merupakan masjid pertama di Banjarbaru yang pengelolaannya di bawah naungan yayasan.

H Baderani, Pembina Yayasan, menyatakan, awalnya rumah ibadah ini hanya berupa langgar yang berdiri sejak Juli 1973.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Bali United vs Persija di Liga 1 2019, Link Indosiar & Vidio.com

Baca: Ramalan Zodiak Hari Sabtu 1 Juni 2019, Taurus Dilanda Stress, Gemini Sensitif, Cancer Fokus Pribadi

Baca: Promo Menarik Jelang Lebaran 2019, Aksesoris Handphone Diskon Hingga 50 Persen, di Sini Tempat

"Kemudian diubah menjadi masjid pada 17 Juni 1980," terang Baderani yang juga termasuk pengurus langgar dan masjid kala itu dan saksi hidup perubahan tempat ibadah ini dari waktu ke waktu.

Kemudian pada 2011 dibentuk panitia pembangunan untuk merenovasi masjid. Kemudian pada 2012 mulai dikerjakan.

Akhirnya fisik masjid yang baru diresmikan pada 23 Maret 2016. Pihak Yayasan saat itu memberi piagam penghargaan kepada pihak pemberi bantuan, yaitu gubernur dan walikota serta tokoh masyarakat dan pihak lainnya.

Setiap pergantian pengurus selalu dikukuhkan oleh yayasan. Pengurus baru juga mendapat tausiyah dan pengarahan tata cara meningkatkan kemakmuran masjid.

H Joehri Umar, Ketua Badan Pengelola, menyatakan, penataan pengelolaan masjid memang harus profesional supaya syiar agama dan ibadah di masjid ini semakin berkualitas.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved