Ramadan 2019

Rajut Kebersamaan, KNPI Kabupaten Banjar Gelar Pesantren Ramadan dan Buka Bersama

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan pesantren ramadan.

Rajut Kebersamaan, KNPI Kabupaten Banjar Gelar Pesantren Ramadan dan Buka Bersama
istimewa
Sejumlah pemuda dari organisasi kepemudaan di Kabupaten Banjar mengikuti acara pesantren ramadan dan bukber yang digelar oleh KNPI Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan pesantren ramadan.

Pada moment tersebut, mereka juga melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan sejumlah organisasi pemuda di Kabupaten Banjar dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar, Jumat (31/5/2019) kemaren.

Pada acara yang dilaksanakan di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura tersebut, sejumlah organisasi kepemudaan turut berhadir.

Di antaranya GP Anshor, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, FKPPI, IPM, IMM, FKMKB, Pramuka dan Mahasiswa IAI Darusaalam serta Nanang Galuh Kabupaten Banjar.

Baca: Istri SBY, Ani Yudhoyono Meninggal, Tausiah Ustadz Adi Hidayat Tentang yang Wafat Saat Ramadhan

Baca: Penyebab Ani Yudhoyono Meninggal Dunia Diungkap Dokter Terawan, Istri SBY Sempat Terlihat Sehat

Baca: Ani Yudhoyono Meninggal Dunia, Herma Aryana Masih Ingat Keramahan Mantan Ibu Negara itu

Baca: Duka Bagi Istri SBY, Ani Yudhoyono Yang Meninggal Dunia dari Mulan Jameela Hingga Prilly Latuconsina

Melalui rilis yang dikirim oleh KNPI Kabupaten Banjar, Sabtu (1/6/2019), acara tersebut merupakan moment silaturahmi antarpemuda dan pihak Dispora yang dihadiri oleh Kabid Nirea Pemuda, Hamdan Najihi.

Ia juga berperan untuk membuka acara tersebut.

Ketua KNPI Kabupaten Banjar M Chairil Anwar mengatakan bahwa momentum Ramadan ini harus dimaknai sebagai jalan untuk merajut kebersamaan.

Terutama dalam rangka merebut mandat sejarah kepeloporan pemuda sebagai pemimpin.

"Jangan sampai pemuda mudah terprovokasi dan terpecah belah. Apalagi dengan adanya ekskalasi politik pascapilpres kemarin yang menjadikan polarisasi yang begitu kuat di masyarakat, terutama elemen kepemudaan," ucap Chairil.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Wahyudi Rifani menyampaikan bahwa pemuda harus cerdas dalam menyikapi kemajuan tekhnologi.
Terlebih adanya kecepat penyebaran informasi yang kadang perlu harus diverifikasi kebenaran faktualnya.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved