Berita Tapin

Tiga Kabupaten di Kalsel Potensi Sumbang Asap Kebakaran Lahan Tambang Batu Bara

Tiga Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi menyumbang asap sehingga terdeteksi oleh pemantauan satelit.

Tiga Kabupaten di Kalsel Potensi Sumbang Asap Kebakaran Lahan Tambang Batu Bara
isti Rohayanti
Tim Satgas Karhutla Kabupaten Banjar terus mencoba memadamkan kebakaran lahan yang berlangsung di Tahura, Mandiangin hingga malam. Kebakaran tersebut diperkirakan berlangsung sejak pukul 11.00 wita, Minggu (23/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tiga Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi menyumbang asap sehingga terdeteksi oleh pemantauan satelit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel, H Wahyuddin menjelaskan tiga daerah yang berpotensi itu adalah Kabupaten Tanahbumbu, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin.

Untuk asap yang muncul di Kabupaten Tapin, Wahyuddin menegaskan karena asap itu berasal dari batubara yang terbakar, maka kewenangan perusahan pemilik usaha pertambangan batu bara yang melakukan penanggulangan.

"Ya untuk lahan yg diwilayah perusahaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memadamkannya, termasuk batubaranya yang terbakar," katanya dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (31/5/2019).

Menurut Wahyuddin, tindakan preventif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan langkah-langkah melakukan rapat koordinasi di wilayah masing-masing dengan mengundang instansi terkait TNI-Polri BMKG dunia usaha akademis dan pemerhati lingkungan serta menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan lebih awal apabila tanda-tanda memasuki musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan akan terjadi.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 Kirim via Instagram, Facebook & Twitter

Baca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa 27 ramadhan, Sabtu 1 Juni 2019 Jakarta, Bandung dan Kota Besar Lainnya

Baca: Ucapan Idul Fitri 2019 yang Benar, Taqobbalallahu Minna Waminkum atau Minal Aidin Wal Faizin?

Kemudian terpetakannya kekuatan SDM, peralatan dan sumber air yang dapat digunakan untuk pemadaman yang diperlukan pada saat terjadinya kebakaran besar termasuk kontak person dari masing-masing unit pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Berikutnya mengutamakan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui kegiatan sosialisasi kampanye dengan menyebarluaskan informasi melalui spanduk, brosur dan lainnya sampai tingkat kecamatan dan desa untuk lebih efektif dan tepat sasaran mengintensifkan patroli pada daerah-daerah rawan kebakaran dan gangguan gerak cepat untuk ground check deteksi titik hotspot yang disampaikan oleh website dan satelit.

"Untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan di masing-masing dengan didukung pendanaan dan dari APBD apabila pada saat kondisi darurat akibat kebakaran apabila tidak mampu maka dapat meminta bantuan kepada lembaga BUMN koran disekitarnya maupun pemerintah provinsi pada kondisi yang ekstrem pemerintah provinsi dapat meminta pendampingan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved