Berita HST

Tanah di Desa Hapingin Turun Lagi Mencapai Satu Meter, Akses Jalan Tidak Bisa Dilalui

Jalan Ilung Pasar Lama tepatnya di Desa Hapingin Kecamatan Batang Alai Utara amblas lagi. Bahkan, penurunan kali ini mencapai satu meter.

Tanah di Desa Hapingin Turun Lagi Mencapai Satu Meter, Akses Jalan Tidak Bisa Dilalui
Kolase Banjarmasinpost.co.id/BPBD HST/Humas Kodim Barabai
Jalan di Desa Hapingin kembali amblas hingga 1 meter 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Jalan Ilung Pasar Lama tepatnya di Desa Hapingin Kecamatan Batang Alai Utara amblas lagi. Bahkan, penurunan kali ini mencapai satu meter.

Padahal pada Sabtu (1/6/2019) amblasan tanah hanya berkisar antara 10 hingga 30 meter. Namun, kali ini amblasan tanah mencapai satu meter.

Dampaknya akses jalan di Desa Hapingin pun terputus. Padahal, sehari sebelumnya akses jalan ini masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, karena tanah semakin amblas, membuat akses tertutup.

Akses Jalan Ilung Pasar Lama ini tembus ke Birayang dengan akas melewati Lok Basar, Limbar, Dangu, Hapingin, Manjabar, hingga Ilung Pasar Lama.

Anggota Koramil 1002-02/Ilung, Serda M Saktiansyah, memeberkan jika kondisi jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan melintasi pekarangan rumah warga.

Baca: Ramadhan di Masjid Al Fajar, Selesaikan Dua Juz Tiap Malam dan Tradisikan Gebyar Ramadhan

Baca: Belum Ucapkan Selamat Kemenangan Jokowi, Gubernur Sahbirin Noor Tunggu Keputusan MK

Baca: Hasil MotoGP Italia 2019, Danilo Petrucci Juara, Marc Marquez Runner Up, Valentino Rossi Terjatuh

Hal serupa juga dikatakan oleh Instruktur Evakuasi BPBD HST, Rudi. Bahkan, ia memprediksi jika penurunan tanah akan terjadi lagi. Mengingat struktur tanah yang lembek dan berbatu. Terlebih lokasi amblasnya tanah berdekatan dengan sungai

"Tadi malam anggota kami memeriksa penurunannya 60 sentimeter. Sekarang jadi satu meter," bebernya.

Amblasnya tanah ini membuat  jalan seperti terbelah dua. Panjang jalan yang amblas dan terbelah masih 60 meter.

"Yang bertambah hanya penurunan tanah. Kalau panjang amblasnya masih sama," katanya.

 Pelaksana Harian Kalak BPBD Hulu Sungai Tengah, Budi, menduga amblasnya tanah tersebut karena adanya penambangan pasir yang berdekatan dengan jalan tersebut.

Baca: Berantas Minuman Keras Jelang Idul Fitri 1440 H, 250 Botol Alkohol Diamankan Polsek Tapin Utara

Baca: Hadiri Silaturahmi dan Bukber KKT, Bupati Anang Syakhfiani Janji Tingkatkan Pembangunan Tabalong

 "Berdasarkan info dari berbagai sumber, penyebabnya karena dahulu di sekitar lokasi ada yang mengambil pasir di sungai. Sehingga menyebabkan tanah menjadi tergerus oleh aliran sungai," katanya.

 Selain itu, bebernya, tekstur tanah di bawah jalan yang amblas juga lembek. Sehingga jika diguyur hujan atau debit air sungai meningkat, memungkinkan terjadinya tanah amblas.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved