Ramadan 2019

Asli Buatan Gambut, Tape Ketan ini Rasanya Manis Legit

Umumnya daerah yang banyak memproduksi tapai lakatan ini adalah Gambut, Kabupaten Banjar.

Asli Buatan Gambut, Tape Ketan ini Rasanya Manis Legit
banjarmasinpost.co.id/salmah
Tapai lakatan adalah salah satu wadai khas Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tape ketan, itu bahasa Indonesianya, tapai lakatan itu ujar urang Banjar.

Beda sedikit penamaan tapi rasanya sama saja manisnya.

Tapai lakatan adalah salah satu wadai khas Banjar.

Bentuknya bundar hijau dengan tekstur basah dan rasanya yang manis legit semriwing.

Umumnya daerah yang banyak memproduksi tapai lakatan ini adalah Gambut, Kabupaten Banjar.

Makanya dikenal sebutan Tapai Gambut.

Baca: Tips Agar Tubuh Tetap Sehat di Lebaran Idul Fitri 2019, Pastikan Anda Lakukan Hal Ini!

Baca: Komentar Menohok Vlogger Cicipi Nasi Goreng Syahrini di Restoran Reino Barack, Viral di Medsos!

Baca: Hasil Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H Jatuh Rabu (5/6)? Pantau di Sini

Baca: Bacaan Takbiran Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

Nah, di hari terakhir Ramadan ini, bagi Anda yang ingin berbuka dengan yang manis, santap saja tapai lakatan yang banyak dijual di pasar wadai.

Di Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin, samping Taman Maskot, ada stand Mama Hana yang juga menjual tapai lakatan ini.

"Tapai lakatan asli Gambut ada dibungkus plastik dan juga ada pakai toples," ujarnya.

Harga tapai lakatan ini Rp100 ribu untuk 100 biji.

Cocok juga untuk hidangan di rumah saat hari raya Idul Fitri 1440 H.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved