Lebaran 2019

Mau Mudik, Staf KPU Jakarta Tewas Bersama Anaknya, Begini Kondisi Istrinya, Polisi Sebut Penyebabnya

Dua jenazah ayah dan anaknya, yaitu Kusna dan Rita Ayu Anjani (10), warga Kecamatan Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat, akan dimakamkan di Bogor.

Mau Mudik, Staf KPU Jakarta Tewas Bersama Anaknya, Begini Kondisi Istrinya, Polisi Sebut Penyebabnya
Humas Basarnas Semarang
Kondisi minibus starlet yang terjun ke parit di KM 314 Pemalang Jawa Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PEKALONGAN - Dua jenazah ayah dan anaknya, yaitu Kusna dan Rita Ayu Anjani (10), warga Kecamatan Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat, akan dimakamkan di Bogor.

Kusna merupakan staf di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta yang melakukan perjalanan mudik bersama keluarganya dari Bogor menuju Klaten, Jawa Tengah. Namun mereka mengalami kecelakaan di Km 314 tol trans-Jawa.

Sedan Toyota Starlet yang dikendarainya mengalami kecelakaan tunggal tercebur ke parit. Sang istri, Sunarti, mengalami luka patah kaki dan dua anaknya yang berumur 16 dan 3 tahun juga mengalami luka-luka akibat benturan keras badan mobil.

"Sempat dibawa ke kami (RS Aro Pekalongan) namun kita rujuk ke RS Bendan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara kedua jenazah setelah mendapat persetujuan dari keluarga kami antar ke Bogor untuk dikebumikan," kata Sugianto bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) RS Aro Kota Pekalongan, Minggu (2/6/2019) malam.

Baca: Dicatat! Ajukan Visa Amerika Serikat, Pemohon Harus Cantumkan Email, Akun Medsos dan Nomor Telepon

Baca: Jadwal Siaran Langsung Merlion Cup 2019 Timnas U-23 Indonesia vs Thailand & Singapura, Live Indosiar

Baca: Menghindari Kebosanan, Para Penghuni Rumah Singgah Diajak Melakukan Aktivitas ini Setiap Pagi

Ketua KPU Kota Pekalongan Rahmi Rosyada Thoha menjelaskan, dua anak korban yang selamat saat ini berada di RS Bendan dalam kondisi syok. Sementara sang ibu, Sunarti masih belum bisa diajak komunikasi karena akan dioperasi.

Rahmi membenarkan bahwa korban meninggal merupakan salah satu staf di kantor KPU Provinsi Jakarta.

"Kami sudah menjenguk ke RS Bendan, ibunya sedang siap-siap operasi karena patah tulang paha. Kemudian yang 16 tahun masih syok belum bisa komunikasi," jelas Rahmi.

Kasatlantas Polres Pemalang AKP Herdiawan mengatakan, dari penyelidikan awal, kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Kecelakaan terjadi pada Minggu (2/6/2019) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

"Hasil penyelidikan sementara kecelakan karena mengantuk. Kami imbau agar pengemudi mengontrol kecepatan, jaga jarak aman dan apabila lelah beristirahat," imbau Kasatlantas.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved