Berita Internasional

Rusa di Jepang Mati dengan 3,2 Kg Plastik di Perutnya, Penomena Baru Masalah Sampah Plastik

Selama ini kita banyak menyoroti kasus hewan laut yang mati dengan perut dipenuhi sampah plastik.

Rusa di Jepang Mati dengan 3,2 Kg Plastik di Perutnya, Penomena Baru Masalah Sampah Plastik
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rusa totol 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama ini kita banyak menyoroti kasus hewan laut yang mati dengan perut dipenuhi sampah plastik.

Sudah banyak hiu, paus, penyu, dan ikan laut lain yang menjadi korban sampah plastik.

Fenomena miris ini ternyata tak hanya dialami hewan laut. Beberapa waktu lalu, rusa yang tinggal di Taman Nara Jepang ditemukan mati dan mengandung 3,2 kilogram plastik.

Pada bulan Maret, asosiasi kesejahteraan Rusa Nara mengamati seekor rusa yang tampak sakit berkeliaran di dekat kuil Todaiji di Taman Nara.

Menurut laporan media lokal Sora News, dokter hewan telah mencoba membuat rusa tersebut mau makan, tapi dia selalu menolak makan dan ditemukan mati keesokan harinya.

Baca: Centilnya Gisella Anastasia pada Wijaya Saputra Kembali Disorot, Mantan Gading Marten Lakukan Ini

Baca: Fakta Bayi Dibuang di Tunjung Maya, Ditemukan dalam Kresek & Mau Diadopsi Polisi Tanahbumbu

Baca: LINK Live Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1440 H, Idul Fitri 2019 di Kompas TV dan TVOne

Otopsi yang dilakukan 27 Maret menunjukkan ada tumpukan plastik seberat 3,2 kilogram di perut rusa tersebut.

"Kami kadang menemukan sampah plastik di perut rusa, tapi tidak pernah sebanyak ini (3,2 kilogram)," ujar Rie Maruko, dokter hewan yang bertanggung jawab atas otopsi.

Melansir Business Insider, Kamis (30/5/2019), rusa merupakan hewan pemamah biak dan mencerna makanannya dalam dua tahap. Pertama, mereka menelan makanan mentah kemudian mereka mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna untuk dikunyah lagi.

Artinya, makanan mentah yang sudah dikunyah kemudian ditelan dan masuk ke perut pertama sebagai tempat pencernaan dan penyimpanan sementara. Setelah diproses sebentar, makanan itu naik lagi ke mulut, dikunyah lagi, ditelan lagi untuk dicerna lebih lanjut.

Dalam kasus ini, kemungkinan plastik yang ada di perut pertama membuat rusa tersebut tidak bisa menelan makanan dan nutrisi baru sehingga menyebabkan kematian.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved