Berita Internasional

Rusa di Jepang Mati dengan 3,2 Kg Plastik di Perutnya, Penomena Baru Masalah Sampah Plastik

Selama ini kita banyak menyoroti kasus hewan laut yang mati dengan perut dipenuhi sampah plastik.

Rusa di Jepang Mati dengan 3,2 Kg Plastik di Perutnya, Penomena Baru Masalah Sampah Plastik
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rusa totol 

Menurut laporan asosiasi kesejahteraan Taman Nara, rusa yang mati itu berjenis kelamin betina dan beratnya hanya sekitar 30 kilogram atau 10 kilogram di bawah kisaran berat badan rusa sehat.

Menanggapi kejadian ini, asosiasi kesejahteraan rusa di Nara akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang kematian rusa dan mengimbau pengunjung Taman Nara untuk lebih berhati-hati dengan apa yang mereka berika ke rusa.

Rusa hanya diperbolehkan mengonsumsi kreker senbei yang dijual di taman.

Dalam laman blog Taman Nara, tertulis bahwa rusa tidak dapat membedakan makanan dengan plastik. Oleh sebab itu, ketika ada wisatawan yang membawa kantong plastik berisi makanan maka indera penciuman rusa akan menganggap bahwa plastik itu juga bisa dimakan.

Rusa juga dapat mengonsumsi sampah yang dibuang ke tanah, sehingga pengunjung harus membawa kotorannya setiap saat.

Kasus kematian rusa di Jepang ini sangat mungkin terjadi di negara lain, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, ketika kita berwisata ke kebun binatang, taman safari, atau manapun sebaiknya lebih bijak dalam membawa sampah plastik.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved