Berita Banjarmasin

Wacana Pemindahan Ibu Kota Kembali Meredup, Belum Ada Komunikasi Lanjutan

Wacana Pemerintah terkait pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta menjadi isu yang sudah beberapa kali muncul beberapa tahun belakangan.

Wacana Pemindahan Ibu Kota Kembali Meredup, Belum Ada Komunikasi Lanjutan
banjarmasinpost.co.id/acm
H Sahbirin Noor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wacana Pemerintah terkait pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta menjadi isu yang sudah beberapa kali muncul beberapa tahun belakangan.

Wacana ini kembali menghangat dan banyak menyita perhatian masyarakat khususnya di daerah lokasi potensial lokasi Ibu Kota Negara yang baru termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun, hingga masuki pertengahan di Bulan Juni 2019, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor nyatakan belum ada informasi atau komunikasi Lanjutan terkait hal ini dengan Pemerintah Pusat.

"Informasi pemindahan Ibu Kota Negara belum ada lagi karena sepertinya Jakarta lagi sibuk," kata H Sahbirin Noor.

Padahal sebelumnya, Gubernur Kalsel bersama tiga Pimpinan Daerah lainnya sudah sempat diundang ke Kantor Staf Presiden untuk presentasikan kesiapan masing-masing Provinsi sebagai kandidat lokasi Ibu Kota Negara.

Baca: Hasil Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H Jatuh Rabu (5/6)? Pantau di Sini

Baca: Bacaan Takbiran Idul Fitri 2019, 1 Syawal 1440 H Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

Baca: Bakal Berpengaruh pada 15 Juta Orang, Imigrasi AS Mulai Obok-obok Facebook dan IG Pemohon Visa

Baca: Tak Bisa Makan Tanpa Rasa Manis atau Asin? Simak 5 Cara Mengatasi Kecanduannya

Menurut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, setiap daerah yang sempat diisukan potensial sebagai lokasi baru Ibu Kota Negara tentunya menginginkan wacana tersebut terealisasi.

"Dampaknya tentu akan ada percepatan pembangunan infrastruktur yang luar biasa kalau jadi Ibu Kota Negara," kata Paman Birin.

Satu diantaranya menurut Paman Birin, proyek pembangunan jalur kereta api di Kalsel yang saat ini masih dalam tahapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tentu akan makin cepat terealisasi jika Ibu Kota Negara diputuskan pindah ke Kalimantan.

Termasuk kelebihan secara geografis terkait letak dan secara umum tak rawan bencana alam, posisi Ibu Kota Negara di Kalimantan yang berada di tebgah Indonesia menurutnya berpotensi dapat lebih seimbangkan pembangunan di seluruh wilayah.

Pemerintah Kalsel juga sebelumnya sudah nyatakan siapkan kurang lebih 300 ribu hektar lahan strategis di daerah selatan Kalsel sebagai lokasi pusat pemerintahan Negara.

"Di daerah selatan, Tanah Bumbu atau Kotabaru yang potensial," kata Paman Birin.

Selain itu faktor demografi masyarakat Kalsel yang mudah berdaptasi dan terbuka bagi masyarakat lainnya dinilainya menjadi faktor plus tambahan yang dimiliki Kalsel sebagai kandidat potensial lokasi Ibu Kota Negara.

Walau demikian, Gubernur Kalsel nyatakan sebenarnya tak ada persoalan besar jika wacana tersebut direalisasikan di Provinsi mana pun di Kalimantan.

Pasalnya menurut Paman Birin, walaupun tak di Kalsel sekalipun melainkan di Provinsi lainnya di Kalimantan, Kalsel juga akan merasakan percepatan pembangunan karena tak jauh dari lokasi Ibu Kota Negara.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved