Berita Batola

Bisa Bikin Sabu, Ternyata Begini Pengakuan Warga Desa Puntik Tengah Batola 

MA (29) warga Desa Puntik tersangka pemilik dan pembuat sabu akhirnya bercerita bagaimana cara membuat sabu, Senin (3/6/19) di Polres Batola.

Bisa Bikin Sabu, Ternyata Begini Pengakuan Warga Desa Puntik Tengah Batola 
HUMAS POLRES BATOLA UNTUK BPOSTGROUP
Kapolres Batola, AKBP Mugi Sekar Jaya bersama MA (29) warga Desa Puntik Tengah RT 6 RW 3, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola tersangka pemilik dan pembuat, Senin (3/6/19) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA - MA (29) warga Desa Puntik Tengah RT 6 RW 3, Kecamatan Mandastana, tersangka pemilik dan pembuat sabu akhirnya bercerita bagaimana cara membuat sabu, Senin (3/6/19) di Polres Batola.

Dia mengaku tak pernah belajar membuat sabu, namun setiap tahapan membuat sabu selalu ada pemandunya,

"Tidak pernah belajar bikin sabu. Ada yang menyuruh. Jadi belajar ototidak. Ini dicampur dengan ini. Setiap langkah pembuatannya selalu dipandu oleh seseorang. Imbalannya Rp250 ribu per hari,” kata MA saat konferensi pers di Polres Batola Senin pagi.

Tersangka MA beserta barang bukti alat dan bahan pembuatan sabu dihadirkan dengan dikawal dua petugas kepolisian bersenjata laras panjang.

Barbuk dan alat pembuat sabu itu seperti berbagai bahan kimia, kompor listrik, obat daftar g, garam, botol-botol kimia, bahkan sabu setengah jadi yang masih berwarna hitam.

Baca: Dishub Pastikan Tarif Angkutan Bus Tak Naik Selama Musim Libur Lebaran

Baca: Niat Zakat Fitrah dan Batas Akhir Bayar Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1 Syawal 1440 H

Baca: Jalan Amblas di Desa Hapingin Akhirnya Putus, Pemudik Tidak Disarankan Melintas

Baca: Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif, Personil Polres HSU Sambangi Lokasi Ini

Penangkapan terhadap MA oleh petugas di rumah orangtuanya penghujung Mei 2019 lalu, Desa Puntik Tengah RT 06/RW 03, Mandastana, Kabupaten Batola. Dari hasil penangkapan MA, ternyata mengungkap fakta baru.

Kapolres Batola, AKBP Mugi Sekar Jaya, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, menjelaskan selama kurang lebih sebulan menjalankan aktivitas terlarangnya, yang saat itu sambil menunggui ayah yang sedang sakit, residivis dalam kasus narkoba ini berhasil memproduksi 16 gram sabu setengah jadi yang sudah dikirimkan ke pemesanya.

Bila tak ditangkap pada 27 Mei lalu sekitar pukul 15:00 Wita, tersangka kembali memproduksi sekitar 80-100 gram. Tersangka MA sendiri pernah juga dihukum kurungan penjara atas kasus pemakaian narkoba, kurang lebih setahun lalu.

“Pengakuan tersangka sebelumnya telah mengirim 16 gram barang setengah jadi ke pihak pemesan,” kata Mugi didampingi Kasatresnarkoba AKP Dodi Harianto dan Kapolsek Mandastana, Ipda Maryono,.

Menurut Mugi, saat dari hasil bahan baku yang tersedia dan telah disita, bisa menghasilkan 80 – 100 gram sabu setengah jadi. Barang setengah jadi yang diperlihatkan ke pers masih berbentuk hitam pekat.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved