Berita Kotabaru

Jalur Mudik Terganggu, Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah di Desa Bakau

Dampak kerusakan lahan dan hasil pertanian, akibat intensitas hujan sangat tinggi dalam beberapa hari ini.

Jalur Mudik Terganggu, Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah di Desa Bakau
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
- Ratusan hektare sawah di Desa Bakau, Kecamatan Pamukan Utara Kotabaru gagal pane 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ratusan hektare sawah di Desa Bakau, Kecamatan Pamukan Utara Kotabaru gagal panen.

Bahkan padi sudah dipanen terancam rusak karena terendam air.

Dampak kerusakan lahan dan hasil pertanian, akibat intensitas hujan sangat tinggi dalam beberapa hari ini.

"Ratusan hektare sawah terendam dan banyak padi sudah dipanen basah dalam karung yang diletakan di pematang sawah," kata Rabbiansyah S.Sos, Ketua Federasi SP Minamas ASD.

Menurut Rabbiansyah akrab dipanggil Roby yang juga warga setempat, banjir membuat petani terancam gagal panen.

Intensitas hujan sangat tinggi, mengakibatkan rumah-rumah warga di bantaran sungai terendam 10 sampai 20 sentimeter.

Baca: Minal Aidin Wal Faizin Dalam Bahasa Inggris, 30 Ucapan Selamat Idul Fitri 1440 H Untuk WA IG FB

Baca: Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura, Polri Dalami Keterkaitan Pelaku dengan Kelompok Terorisme

Baca: Simak 4 Tips untuk Membuat Kue Kering Renyah dan Nikmat

Baca: VIDEO Panduan & Niat Shalat (Ied) Idul Fitri 1440 H dalam Bahasa Arab, Latin & Artinya, Lebaran 2019

Baca: Bukan Minal Aidin Wal Faizin! Doa Ucapan Selamat Idul Fitri 2019 yang Tepat, Simak Arti & Jawabannya

"Ada puluhan rumah terdampak, jika hujan terus berlanjut kemungkinan akan berdampak pada warga yang mempersiapkan lebaran besok hari," katanya kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (4/6/2019).

Tidak cuma itu, ratusan karyawan perkebunan yang ingin mudik juga terdampak.

Lantaran akses keluar kota atau akses Sungai Durian, juga terendam terjadi di Km 1.

"Lewat di Alam Raya juga mengalami banjir di Rantau Estate, sedangkan lewat Kerang juga mengalami banjir di jalan desa Mengkudu," ujarnya.

Robby menambahkan, sebelumnya kondisi tersebut tidak pernah terjadi dalam kurun waktu puluhan tahun.

Baru terjadi setelah wilayah Bakau diguyur hujan selama empat hari empat malam.

Disinggung apa penyebab banjir selain dampak intensitas hujan yang tinggi, Roby belum bisa pastikan apakah banjir dampak dari besar-besaran replanting atau peremajaan sawit yang dilakukan perusahaan Minamas, sehingga air tidak terserap di pokok-pokok sawit dan langsung turun ke sungai atau ada faktor lain.

"Tetapi secara logika kalau pokok-pokok sawit masih ada secara otomatis air hujan masih tertampung dan tidak langsung turun ke sungai. Ini kajian perkiraan saja bukan secara ilmiah," tandasnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved