Mereka Bicara

Memudikkan Kesucian

SECARA normatif Idulfitri merupakan rangkaian penutup dari ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan kaum muslim selama satu bulan.

Memudikkan Kesucian
Instagram by_chantily
Idul Fitri 1440 H 

Prosesi Ritual
Namun faktanya tradisi mudik bukan sekadar pulang kampung. Lebih dari itu mudik menjadi prosesi ritual yang mencerminkan nilai-nilai fundamental kehidupan yaitu cinta sesama manusia. Selain itu juga melambangkan suatu sikap dan gaya hidup serta ketertarikan manusia terhadap komunitas dan sejarahnya.

Karena itu, upaya membendung terjadinya luapan arus mudik atau bahkan budaya mudik bukan hal gampang karena hal ini berkaitandengan dorongan alamiah atau fitri manusia. Mereka ingin kembali kepada hal-hal berdimensi asal, seperti ingin kembali kepada orang-orang yang paling dekat, ibu-bapak dan saudara.

Dorongan dan kerinduan yang bersifat natural atau fitri itu jugamerupakan dorongan yang mengajak orang kembali kepada asalnya, yakni kesucian, ingin meminta maaf kepada mereka.

Idulfitri sebagai sarana atau medium bermaaf-maafan setelah menjalani tobat dan meminta maaf atau ampunan kepada Allah SWT.
Sebagai sarana meminta maaf, Idulfitri juga merupakan ajang menjalin silaturahmi,menjalin kasih sayang, dimulai dari meminta maaf kepada orangtua dan sanak saudara.

Hal ini kemudian menjadi sesuatu yang sangat mendasar dalam melaksanakan dan merayakan Idulfitri. Artinya, bagi para perantau, merayakan Idulfitri tanpa mudik nyaris tak bermakna.

Mobilitas mudik merefleksikan kesadaran atas nilai kerja, tindakan, dan hubungan sosial. Sehingga seseorang mengenali kembali latar belakang budaya dan sosial serta asal muasal dirinya.
Hal ini terlihat dari kuatnya ikatan batin antara pemudik dengan kampung asal kelahirannya.

Kampung asal kelahiran dapat dipahami secara rohani sebagai kampung halaman jiwa manusia yang suci, dari situ sumber sikap dan perilaku yang luhur seperti pengampunan dan solidaritas.

Maka kepulangan para pemudik pada dasarnya adalah upaya memudikkan kesucian itu kepada asalnya. Sedangkan secara sosio-ekonomi mudik menjadi media demonstratif hasil dari kerja di perantauan sekaligus untuk menggali daya hidup baru agar lebih produktif ketika kembali ke rantau. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved