Berita Banjarmasin

Pemprov Kalsel Bakal Bangun 2 Jembatan di Sungai Lulut Banjarmasin, Warga Harus Memutar ke Km 17?

Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel memperkirkaan ekspose dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel pembangunan dua jembatan

Pemprov Kalsel Bakal Bangun 2 Jembatan di Sungai Lulut Banjarmasin, Warga Harus Memutar ke Km 17?
Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
JEMBATAN Sungai Gardu, Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur yang sempit dan hanya bisa dilewati satu buah mobil saja dan tidak bisa berselisihan. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel akan mengerjakan pembuatan pembangunan dua jembatan dan satu box culvert dengan anggaran Rp20 miliar pada Juni 2019 ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel memperkirkaan ekspose dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel pembangunan dua jembatan dan satu box culvert di kawasan Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur pada Juni 2019 ini akan digelar usai lebaran hari raya Idul Fitri.

“Iya kami perkirakan eskpose rekayasa lalulintas pembangunan jembatan Sungai Lulut akan digelar usai lebaran,” kata Kasi Managemen Rekayasa Lalulintas Dishub Provinsi Kalsel, Rudy, Selasa (4/6/19)

Menurut Rudy, kalau ekpose dan penerapan rekayasa lalulintas digelar saat momen lebaran, dikuatirkan akan menganggu arus mudik dan arus balik warga saat lebaran. Untuk itu, lebih baik ekpose dan penerapan rekayasa lalulintas pembangunan jembatan Sungai Lulut digelar usai lebaran.

Dijelaskan Rudy, dampak pembangunan dua jembatan dan satu box culvert di kawasan Jalan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur pada Juni 2019 ini dengan dana Rp 20 miliar dari APBD Kalsel oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel akan berdampak luas, terutama kemacetan yang cukup parah.

“Iya macet parah pasti terjadi. Akses alternatif pasca penutupan saat pembongkaran jembatan Sungai Lulut terbatas, yakni warga harus memutar ke Km 17 atau Gambut. Cukup jauh sekali, Kasihan kalau warga atau pelajar dari Sungai Lulut mau ke Banjarmasin harus memutar ke Km 17,” katanya.

Baca: 5 Fakta Kehebohan Warung Lesehan Bu Anny, dari Harga Selangit hingga Ditutup & Muncul Daftar Harga

Baca: Siapa Saja Penerima Zakat? Begini Hitung-hitugannya Menurut Mubalig Muda Asal Banjarmasin Ini

Baca: Mudik Naik Kendaraan Umum, Pastikan Packing Barang Seefektif Mungkin, Begini Caranya

Menurut Rudy, saat ini Dishub Kaksel masih menunggu ekpose dari konsultan Dinas PUPR Provinsi Kalsel, untuk penanganan rekayasa lalulintas pasca penutupan Jembatan Sungai Lulut seperti apa.

“Nanti akan kita padukan dengan rekayasa lalulintas dari Dishub Kalsel. Siapa tahu, rencana rekayasa lalulintas dari konsultan PUPR Kalsel dengan Dishub Kalsel itu sama. Ekpose rekayasa lalulintas dari konsultan PUPR masih kita tunggu,” katanya.

Rudy melihat rekayasa lalulintas pasca pembongkaran jembatan Sungai Lulut itu cukup rumit karena akses untuk pengalihannnya terbatas. Jika jembatan Sungai Gardu atau Sungai Lulut ditutup,, maka pengalihan arus lalulintas satu satunya itu harus ke Km 17 atau Gambut.

“Kalau pengalihanya memang ke Km 17 atau Gambut jarak tempuhnya jauh,” katanya.

Menurut Rudy, ini berarti warga Sungai Lulut yang mau pergi ke Banjarmasin itu harus memutar ke Gambut atau Km 17.

Nah sampai saat ini desain kontruksi pembangunan dua jembatan dan satu box culvert di kawasan Jalan Sungai Lulut itu belum diketahui, apakah langsung ditutup semua atau ditutup sebagian. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved