Berita Banjarmasin

Pemerintah Kalsel Masih Anggap Penyandang Disabilitas sebagai Warga Kelas Dua

Penyandang disabilitas masih banyak yang mengalami diskriminasi terkait pemenuhan hak, pendidikan, pekerjaan, fasilitas publik

Pemerintah Kalsel Masih Anggap Penyandang Disabilitas sebagai Warga Kelas Dua
banjarmasin post group/nurholis huda
Hervita Liana, aktivis pejuang hak penyandang disabilitas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penyandang disabilitas masih banyak yang mengalami diskriminasi

terkait pemenuhan hak, pendidikan, pekerjaan, fasilitas publik seperti transportasi, tempat ibadah, tempat

hiburan, serta kedudukan yang sama di ranah hukum.

Menurut, Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas Provinsi Kalimantan Selatan, Hervita Liana,

pelanggaran hak dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas masih cukup mudah ditemui. Pelanggaran

hak tersebut terjadi di berbagai sektor, bahkan terkadang dilakukan oleh institusi pemerintah.

"Terkadang, pemerintah di sini masih memandang penyandang disabilitas sebagai warga kelas dua, sehingga

fasilitas dan aksesibilitas yang sudah seharusnya menjadi hak para penyandang disabilitas, sering terabaikan,"

tutur Hervita kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (6/6).

Berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dialami para penyandang disabilitas, sambung dia, memiliki

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Mulyadi Danu Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved