Berita Banjarmasin

Sultan Khairul Saleh Ajak Para Raja di Nusantara Jaga Persatuan

Kami menolak keras segala Kekerasan, seharusnya semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan pengendalian diri

Sultan Khairul Saleh Ajak Para Raja di Nusantara Jaga Persatuan
istimewa
Sultan Khairul Saleh terpilih sebagai Ketua Forum Silaturahmi Kesultanan Nusantara (FSKN) Periode 2018-2024 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sekretaris Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARSI) YM Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengingatkan kepada para Raja Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat agar tetap menghindari perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena Hasil Pemilu 2019.

“Dimana kejadian tanggal 21 - 23 Mei, aksi kepada penetapan hasil Pemilu oleh KPU dinilai sebagian rakyat tidak jujur dan adil. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan,” ujar Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah.

Korban begitu banyak mulai masyarakat dan aparat sendiri, hal seperti ini akan sangat merugikan bagi bangsa indonesia apalagi keutuhan NKRI.

“Kami menolak keras segala Kekerasan, seharusnya semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan pengendalian diri dan melihat kita semua satu bangsa satu bahasa Indonesia dan tidak saling menyakiti,” katanya.

Menurut Khairul Saleh, belum terlambat untuk menghentikan Kekerasan. "Kita adalah saudara. Kekerasan akan memecah belah bangsa," ujarnya.

Menurut dia, lebih bahaya lagi kalau kekerasan fisik antara rakyat dan aparat menimbulkan korban itu masih berlanjut pada kekerasan verbal dalam bentuk saling menyalahkan, bahkan dengan saling melempar tuduhan dengan klaim akan kebenaran secara sepihak.
"Jika ini diteruskan bahwa inilah awal dari celaka suatu bangsa,” tandasnya.

Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah bersama 30 Dewan Agung dan 500 Raja Sultan Datu Penglingsir dan Pemangku Adat akan melaksanakan musyawarah agung dengan salah satu agendanya kesepakatan dalam memperkuat NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

"Tiada jalan lain untuk mengatasinya kecuali Raja Sultan Datu Penglingsir dan Pemangku Adat dan negara hadir menegakkan keadilan dan kebenaran. “Jangan sampai negara abai,” ujar dia. (banjarmasinpost.co.id /lis)


Penulis: Nurholis Huda
Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved