Berita HST

Dishub Siapkan Satu Anggota di Perempatan Traffic Light di Hulu Sungai Tengah

Ramainya lalu lintas jalan di kawasan Hulu Sungai Tengah, membuat petugas Dinas Perhubungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah harus bekerja ekstra.

Dishub Siapkan Satu Anggota di Perempatan Traffic Light di Hulu Sungai Tengah
ridertua.com
Ilustrasi lampu merah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ramainya lalu lintas jalan di kawasan Hulu Sungai Tengah, membuat petugas Dinas Perhubungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah harus bekerja ekstra.

Terlebih pada saat jam macet seperti musim mudik dan liburan seperti ini. Apalagi, dua traffic light di Kota Barabai mati.

Alhasil, setiap traffic light yang mati dijaga oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, M Yani, mengatakan petugas dishub ada di setiap perempatan sebanyak satu orang.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Supersoccer TV Kolombia vs Ukraina Perempatfinal Piala Dunia U-20

Baca: Catat! Pemprov Kalsel Beri Dispensasi Izin yang Jatuh Tempo, Pelayanan Perizinan Normal Senin (10/6)

Baca: Arus Balik Bandara Syamsudin Noor Diprediksi Sabtu-Minggu, Segini Jumlah Penumpang Bakal Datang

Selain itu, di pos gabungan petugas disbub ada tiga orang.

Ia membenarkan jika hampir empat bulan dua traffic light di dua titik di Hulu Sungai Tengah mati.

Dua titik ini yakni traffic light di perempatan Bulau dan Tengkarau atau di perempatan yang menghubungkan Jalan Murakata dengan Jalan Bulau dan Jalan Surapati (Tengkarau).

Sebenarnya, rencana awal lelang penggantian traffic light di dua titik tersebut direncanakan pada April lalu. Namun, hingga sekarang , belum juga terlaksana.

Padahal, dua titik ini merupakan kawasan yang sering dilalui kendaraan. Terlebih kawasan ini merupakan perempatan jalan nasional dan merupakan jalur mudik.

Dikatakannya, traffic light hingga saat ini masih dalam proses lelang. Ia menarget traffic light akan selesai sebulan setelah hari raya idul fitri. Yang artinya pemudik yang hendak melintasi kawasan itu, harus berhati-hati.

"Kami mohon maaf kepada pemudik karena hingga sekarang masih proses pengadaan," katanya.

Pagu anggaran dua titik tersebut sebesar Rp 600 juta. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved