Berita HSS

Warung Ketupat Kandangan di HSS Diserbu Pemudik, Penjual Sediakan 5 Kali Lebih Banyak

Seperti biasa, tiap tahun Lebaran Idul Fitri, kuliner khas daerah selalu menjadi target para pemudik yang merantau lama di daerah lain.

Warung Ketupat Kandangan di HSS Diserbu Pemudik, Penjual Sediakan 5 Kali Lebih Banyak
banjarmasinpost.co.id/hanani
Perajin kurung ketupat di Desa Kalian, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Menjelang lebaran hingga pasca lebaran, permintaan kurung ketupat meningkat, seiring ramainya warung ketupat Kandangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Seperti biasa, tiap tahun Lebaran Idul Fitri, kuliner khas daerah selalu menjadi target para pemudik yang merantau lama di daerah lain.

Termasuk kuliner khas Kandangan, Hulu Sungai Selatan, ketupat. Sejak hari kedua lebaran Idul Fitri, warung-warung ketupat ramai "diserbu" pengunjung yang sebagian besar warga pemudik yang rindu makanan khas daerah asalnya.‎

Pantauan banjarmasinpost.co.id, sejak Kamis hingga Jumat (7/6/2019), kawasan Jalan A Yani Parincahan dan Jalan Jenderal Sudirman, Hamalau yang merupakan pusat warung ketupat di Kandangan selalu dijejali pengunjung.

Parkir mobil tampak di kiri dan kanan bahu jalan, khususnya di Parincahan. Banyaknya pengunjung membuat sulit mencari parkir, hingga mereka yang membawa keluarga untuk menyantap ketupat terpaksa menunggu celah kosong parkir.

"Tiap lebaran memang seperti ini. Kami harus menyediakan tiga sampai lima kali lipat dari porsi hari biasa," ungkap salah satu pelayan di warung ketupat kawasan Parincahan.

Baca: Tangis Luna Maya di Atas Ranjang Disorot, Tangisi Faisal Nasimuddin, Ariel NOAH Atau Suami Syahrini?

Baca: Belasan Warga Dua Desa Keracunan Makanan, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan Tanahbumbu

Baca: Korban Perahu Tenggelam Warga Barambai Batola Akhirnya Ditemukan, Diiringi Isak Tangis

Menurutnya, sejak pagi hingga malam, pengunjung warung silih berganti mulai lebaran kedua kemarin.

"Umumnya dari luar daerah. Mungkin mereka asal hulu sungai yang merantau ke luar daerah. Rata-rata datang bersama keluarga,"ungkap pelayan warung tadi. Menurutnya, ramai pengunjung biasanya terjadi sampai puncak arus balik.
Puncak arus balik diperkirakan Minggu karena Senin 10 Juni mendatang para pegawai ASN dan karyawan BUMN dan karyawan perusahaan swasta kembali masuk kerja setelah cuti panjang sejak 31 Mei 2019 lalu.

Salah satu pemudik kelahiran Kandangan yang kini menetap di Surabaya, Rina mengaku pulang kampung satu kali dalam dua tahun.

"Tiap pulang ke rumah orangtua, kami sekeluarga wajib ke warung ketupat Kandangan," kata Rina yang akan balik ke perantauan Sabtu pekan depan, karena sekaligus mengambil cuti.

Selain wisata kuliner, dia dan keluarga tak lupa ke wisata alam Loksado. "Niatnya mau ke sana. Mungkin Minggu nanti," kata Rina.

Sementara, untuk lalu lintas, Jumat sejak pagi hingga sore ini tepantau volume kendaraan baik roda dua maupun roda empat masih ramai di jalan nasional HSS maupun jalan provinsi. Meski demikian, arusnya lancar.

Ini berbeda dengan hari kedua Idul Fitri, dimana kondisi jalan padat merayap, saking meningkatnya volume kendaraan.
"Saya dari Kandangan pulang ke Barabai, Kamis kemarin naik motor, butuh dua jam lebih menembus antrian mobil yang memadati jalan," ungkap Desy, perawat di rumah sakit Ceria yang pulang mudik lebaran kedua, karena hari pertama harus bekerja melayani pasien.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved