Lebaran 2019

Demi Selamatkan Anak yang Masih Bayi, Ayah Tewas Tenggelam, 2 Kapal Penyeberangan di Batola Karam

Kesedihan mendalam masih dirasakan keluarga besar Syahlan (47). Warga Jalan Sungai Rungun RT 4 RW 2 Desa Barambai Kecamatan Barambai, Baritokuala

Demi Selamatkan Anak yang Masih Bayi, Ayah Tewas Tenggelam, 2 Kapal Penyeberangan di Batola Karam
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Kapal feri penyeberangan yang mengangkut pemudik karam 

“Posisi kapal karam bukan di tengah sungai melainkan sudah mendekati bibir pelabuhan,” jelas Uwe.

Dia juga menyayangkan sikap beberapa pekerja yang mengoperasikan kapalnya. Kapal yang biasanya dia isi sekitar 10-12 liter solar, justru diduga diisi hanya sekitar enam liter.

“Kan kapal ini dioperasikannya secara bergiliran antara saya dengan rekan saya. Kebetulan kemarin giliran rekan,” ujarnya.

Disinggung mengenai usia kapal, Uwe tidak menampik usianya sudah sekitar 20 tahun. Dia pun mengaku sempat terjadi lonjakan penumpang sehari sebelum lebaran. Namun saat kejadian kapalnya hanya membawa sekitar 15 penumpang dari kapasitas 25 unit motor.

“Makanya kemarin masih bisa dengan leluasa mengevakuasi penumpang beserta motor. Bahkan ada dua motor yang turun langsung melalui pelabuhan, karena karamnya berangsur lambat,” ujar Uwe.

Pascainsiden, Jumat siang, sedikitnya tiga personel Polairud Polda Kalsel meninjau ke lokasi kejadian. Mereka terlihat sibuk mengecek kapal yang karam dan memintai sejumlah keterangan kepada motoris atau pengelola feri penyeberangan baik yang terdampak atau pun tidak. (banjarmasinpost.co.id/ogi/gha)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved