Berita Internasional

Fakta Naiknya Jumlah Serigala di Perancis, dari Bunuh 12.500 Ternak Hingga Kuota Perburuan Ditambah

Pemerintah Perancis tengah mempertimbangkan untuk menambahkan kuota perburuan serigala di negara itu, menyusul lonjakan populasi hewan predator

Fakta Naiknya Jumlah Serigala di Perancis, dari Bunuh 12.500 Ternak Hingga Kuota Perburuan Ditambah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi serigala liar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARIS - Pemerintah Perancis tengah mempertimbangkan untuk menambahkan kuota perburuan serigala di negara itu, menyusul lonjakan populasi hewan predator itu pada tahun lalu.

Langkah penambahan kuota perburuan itu diambil sebagai upaya melindungi ternak milik warga. Demikian disampaikan pejabat pemerintah Perancis, Jumat (7/6/2019).

Badan perburuan dan margasatwa Perancis, ONCFS, mengatakan, berdasarkan perhitungan matematis dan pelacakan di lapangan, diperkirakan ada rata-rata 530 serigala dewasa pada musim dingin tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat hingga 23 persen dibandingkan rata-rata perhitungan pada musim dingin tahun sebelumnya yang hanya 430 serigala dewasa.

Serigala pernah diburu hingga punah di Perancis pada 1930-an, namun secara bertahap kembali muncul pada 1990-an ketika populasinya menyebar sampai ke Pegunungan Alpen dari Italia.

Serigala tersebut kini banyak ditemukan terutama di wilayah Pegunungan Alpen dan daerah pegunungan lainnya di tenggara, di mana sebagian besar peningkatan ditemukan baru-baru ini. Juga ditemukan kantong populasi serigala di Perancis tengah.

Baca: Demi Selamatkan Anak yang Masih Bayi, Ayah Tewas Tenggelam, 2 Kapal Penyeberangan di Batola Karam

Baca: Seorang Ibu Nekat Menantang Macan Tutul yang Lagi Memangsa Balitanya, Acara Barbekyu Jadi Kacau

Baca: Warga Tangkap Ular Piton di Bekas Pool Taksi Bekasi Timur, Panjangnya Capai 6 Meter

Kawanan serigala juga telah terdeteksi baru-baru ini di wilayah pegunungan Pyrenees, yang memisahkan Perancis dengan Spanyol.

Peningkatan populasi serigala liar telah membuat para petani dan peternak Perancis khawatir dengan ternak mereka, meski telah ada serangkaian upaya yang dibiayai negara untuk membatasi kerusakan, serta kompensasi bagi kerugian petani.

Tahun lalu, dilaporkan terjadi hingga 3.674 serangan serigala liar yang telah menyebabkan kematian sekitar 12.500 hewan ternak, terutama domba.

Proyeksi pertumbuhan populasi yang cepat tersebut telah mendorong Presiden Emmanuel Macron, pada Maret lalu, mengumumkan bahwa sebanyak 17-19 persen populasi serigala akan dimusnahkan setiap tahun. Angka tersebut naik dari 10-12 persen dari tahun sebelumnya.

"Saat ini kami menganggap serigala bukan lagi spesies yang berisiko punah dan itu merupakan hal yang baik dalam keanekaragaman hayati," kata Menteri Pertanian Didier Guillaume, Rabu (5/6/2019).

"Namun dalam hal tingkat mangsa, kami harus mendukung para petani dan kesejahteraan mereka adalah prioritas kami," tambahnya, dikutip AFP.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved