Berita Kabupaten Banjar

Jelang Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Ini Tempat Tidur Peninggalan Datu Kelampayan

Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ke-213 puncaknya pada Minggu (10/6) mulai pukul 09.00 wita,

Jelang Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Ini Tempat Tidur Peninggalan Datu Kelampayan
Banjarmasinpost.co.id/Hasby
Peziarah bersalaman dengan H Mahjuri merupakan juriat dari Datu Kelampayan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ke-213 puncaknya pada Minggu (10/6) mulai pukul 09.00 wita, peziarah dan jamaah mulai berdatangan ke kubah Datu Kelampayan. Peziarah juga antusias ingin melihat benda atau barang peninggalan Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan.

Diantaranya, Roni. Warga Martapura itu sudah lama berniat ingin melihat benda-benda peninggalan Datu Kelampayan dan bersyukur hajatnya itu terkabulkan jelang Haul ke-213 tahun ini.

Dirinya mengunjungi rumah almarhum H Sirajudin yang merupakan keturunan Datu Kelampayan, yang mana di rumah tersebut menyimpan tempat tidur atau ranjang Datu Kelampayan dan juga cermin. Rumah tersebut dihuni oleh H Mahjuri yang merupakan anak menantu dari almarhum H Sirajudin.

H Mahjuri menjelaskan, tempat tidur atau ranjang Datu Kelampayan sudah ratusan tahun ada di rumah tersebut. Ranjang yang panjangnya berukuran sekitar dua meter itu merupakan mahar pernikahan Datu Kelampayan kepada salah seorang istrinya yakni Ratu Aminah.

Baca: VIDEO Viral Warga Temukan Uang Jutaan Rupiah di Tanah, Diduga Milik Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Baca: Sanggup Beli BMW Seharga Rp 4 M, Tapi untuk Beli Bensinnya Petani Ini Nekat Curi Ayam Tetangga

Baca: Panggilan Baru Syahrini untuk Reino Barack Pasca Bulan Madu & Posting Foto Viral di Ranjang

"Ceritanya, Datu Kelampayan begitu pulang dari Makkah dan tiba di Jakarta, kemudian Belanda memberikan hadiah untuk beliau, diantaranya ranjang ini, cermin dan benda-benda lainnya, kemudian oleh Datu Kelampayan dibawa pulang ke Banjar," katanya.

Ranjang tersebut pun setelah dijadikan mahar, didalam rumah Desa Dalampagar Ulu Martapura Timur Kabupaten Banjar. Sepeninggalnya, kemudian digunakan dan dirawat oleh anaknya Pangeran Ahmad, dilanjutkan keturunannya, Muhammad, dan salah seorang anak dari Muhammad adalah H Ahmad Musyaffa dan hingga sekarang keturunan anak cucu dari H Ahmad Musyaffa ini yang merawatnya.

Nampak keaslian ranjang tersebut, berbahan kayu jati, pada keempat tiangnya memiliki ukiran uliran. Bagian atap yang biasa sebagai penyangga kain atau kelambu juga masih utuh, hanya saja berdasarkan penuturan H Mahjuri, bagian kasur dan kain penutup kasur saja yang diperbaharui.

Ranjang peninggalan Datu Kelampayan itu pun ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pihak keluarga tidak menggunakannya sehari-hari, hanya merawatnya saja menjaga keasliannya dan mempersilakan peziarah bagi yang ingin melihat benda peninggalan Syekh Muhamammad Arsyad Albanjary.

Rangkaian Acara Haul Ke-213 Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan mulai Jumat (7/6) malam setelah salat Isya di Masjid Jami Tuhfaturraghibin, Dalampagar Ulu Martapura Timur Kalsel. Jamaah yang hadir diprediksi ribuan, Haul dipimpin oleh H Mazani.

Pada Hari Sabtu (8/6) malam setelah Salat Isya di Kubah Datu Kalampayan, Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul. Minggu (9/6) malam setelah Salat Isya di Kubah Datu Kalampayan, Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul. diisi rombongan Sekumpul membacakan maulid Azab dan tahlil

Pada Minggu (9/6) setelah salat Isya di kubah Datu Kelampayan Astambul, diisi rombongan tahfidz Guru Wildan, pembacaan Alquran, qasidah tarbang Albanjary dan zikir nasyid. Puncaknya pada Senin (10/6) pukul 09.00 wita di Masjid Tuhfaturrogibin Dalampagar Martapura Timur Kabupaten Banjar. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved