Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Inilah Tempat Tidur Peninggalan Datu Kelampayan di Dalampagar Martapura

Ranjang yang panjangnya berukuran sekitar dua meter itu merupakan mahar pernikahan Datu Kelampayan kepada salah seorang istrinya yakni Ratu Aminah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Haul Syekh Muhammad Arsyad Albanjary ke-213 puncaknya pada Minggu (10/6) mulai pukul 09.00 Wita, peziarah dan jamaah mulai berdatangan ke kubah Datu Kelampayan. Peziarah juga antusias ingin melihat benda atau barang peninggalan Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan.

Rumah tersebut dihuni oleh H Mahjuri yang merupakan anak menantu dari almarhum H Sirajudin.

H Mahjuri menjelaskan, tempat tidur atau ranjang Datu Kelampayan sudah ratusan tahun ada di rumah tersebut. Ranjang yang panjangnya berukuran sekitar dua meter itu merupakan mahar pernikahan Datu Kelampayan kepada salah seorang istrinya yakni Ratu Aminah.

"Ceritanya, Datu Kelampayan begitu pulang dari Makkah dan tiba di Jakarta, kemudian Belanda memberikan hadiah untuk beliau, diantaranya ranjang ini, cermin dan benda-benda lainnya, kemudian oleh Datu Kelampayan dibawa pulang ke Banjar," katanya.

Baca: Dokter Asal Singapura Dipecat di Australia, Sebut Perempuan Layak Diperkosa di Obrolan Online

Ranjang tersebut pun setelah dijadikan mahar, didalam rumah Desa Dalampagar Ulu Martapura Timur Kabupaten Banjar. Sepeninggalnya, kemudian digunakan dan dirawat oleh anaknya Pangeran Ahmad, dilanjutkan keturunannya, Muhammad, dan salah seorang anak dari Muhammad adalah H Ahmad Musyaffa dan hingga sekarang keturunan anak cucu dari H Ahmad Musyaffa ini yang merawatnya.

Nampak keaslian ranjang tersebut, berbahan kayu jati, pada keempat tiangnya memiliki ukiran uliran. Bagian atap yang biasa sebagai penyangga kain atau kelambu juga masih utuh, hanya saja berdasarkan penuturan H Mahjuri, bagian kasur dan kain penutup kasur saja yang diperbaharui.

Ranjang peninggalan Datu Kelampayan itu pun ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pihak keluarga tidak menggunakannya sehari-hari, hanya merawatnya saja menjaga keasliannya dan mempersilakan peziarah bagi yang ingin melihat benda peninggalan Syekh Muhamammad Arsyad Albanjary.

Baca: Ingin Jadi Turis Luar Angksa ke ISS, NASA Patok Biaya Akomodasi Rp 499 Juta per Malam

Rangkaian Acara Haul Ke-213 Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan mulai Jumat (7/6) malam setelah salat Isya di Masjid Jami Tuhfaturraghibin, Dalampagar Ulu Martapura Timur Kalsel. Jamaah yang hadir diprediksi ribuan, Haul dipimpin oleh H Mazani.

Pada Hari Sabtu (8/6) malam setelah Salat Isya di Kubah Datu Kalampayan, Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul. Minggu (9/6) malam setelah Salat Isya di Kubah Datu Kalampayan, Desa Kalampayan, Kecamatan Astambul. diisi rombongan Sekumpul membacakan maulid Azab dan tahlil

Pada Minggu (9/6) setelah salat Isya di kubah Datu Kelampayan Astambul, diisi rombongan tahfidz Guru Wildan, pembacaan Alquran, qasidah tarbang Albanjary dan zikir nasyid. Puncaknya pada Senin (10/6) pukul 09.00 wita di Masjid Tuhfaturrogibin Dalampagar Martapura Timur Kabupaten Banjar. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved