Banjir di Kotabaru dan Tanahbumbu

Embung Tirawan Jebol, 2.840 Pelanggan PDAM Kotabaru Tak Dapat Air, Warga Andalkan AIr Hujan

Embung Tirawan di Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru kering pasca jebol pada Sabtu (8/6/2019) sekitar pukul 11.00 Wita akibat tak mampu menahan air.

Embung Tirawan Jebol, 2.840 Pelanggan PDAM Kotabaru Tak Dapat Air, Warga Andalkan AIr Hujan
capture/banjarmasin post
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Senin (10/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Embung Tirawan di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru juga kering pasca jebol pada Sabtu (8/6/2019) sekitar pukul 11.00 Wita akibat tak mampu menahan air.

Hujan mengguyur deras kawasan itu selama tiga hari menyebabkan embung yang merupakan sumber air baku PDAM Kotabaru itu jebol. Hujan juga menyebabkan ratusan rumah warga di di Pulalaut terendam banjir dan jalan tertutup longsor.

Akibat keringnya embung Tirawan, PDAM Kotabaru tak bisa mendapatkan air baku. Sebagian wilayah Kotabaru tak bisa mendapatkan air bersih dari PDAM.

Dari pantauan, Minggu, embung rusak parah. Bagian samping pintu air jebol dan sebagian siring tempat tugu tulisan Embung Tirawan juga ambles dan runtuh.

“Sebagian besar distribusi air mati. Ini berpengaruh kepada 2.840 pelanggan di Kecamatan Pulau Laut Utara.

Baca: Korban Banjir Mentewe Tanahbumbu Dievakuasi Saat Malam Hari, Ratusan Rumah Masih Terendam

Namun kami masih menggunakan Intake lama yang kapasitasnya lebih kecil dari Embung Tirawan. Kapasitas embung yang ada hanya 25 liter/detik dari kebutuhan 45 liter/detik,” kata Kabag Teknik PDAM Kotabaru, Syah-rian Wahyudi.

Dia menyebutkan lokasi embung tersebut dekat dengan Embung Tirawan. Posisinya sedikit lebih ke atas.

“Tindakan kami sekarang adalah mengoptimalkan intake lama, melakukan penggiliran wilayah layanan Tirawan dan berkoordinasi berbagai pihak seperti Bappeda dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan 2 yang membangun embung. Hari ini petugas balai sudah di lokasi untuk penanganan, “ katanya.

Akibat air leding dari PDAM tak mengalir sejak Sabtu sore, Ancah warga Su-ngai Paring terpaksa meng-andalkan air hujan.

“Air PDAM sudah tak mengalir karena jebolnya embung. Kami bisa paham, tetapi kami sangat mengharapkan bisa segera dicarikan solusinya,” kata Ancah.

Baca: PUPR Kalteng Pastikan November 2019, Jalan Layang Pangkalanbun-Kolam Sudah Fungsional

Staf Balai Wilayah Sungai Kalimantan 2, Harli, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan kantor pusat pusat untuk menangani jebolnya Embung Tirawan. Namun dia menegaskan telah berkoordinasi dengan Pemkab Kotabaru karena ini menyangkut ketersediaan air minum warga.

“Yang pasti pengamanan kedaruratan nya dulu. Tim kami juga di lapangan. Untuk penanganan perbaikan kami akan koordinasikan dengan pusat. Ya mudah-mudahan ada langkah segera,” kata dia.

Dia menjelaskan koordinasi dengan kantor pusat dan pemerintah daerah perlu dilakukan terkait alokasi anggaran.

“Hal ini mengingat bencana terjadi pada pertengahan tahun dan pertengahan perencanaan anggaran,” katanya. (sah/hid/lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved