Bisnis

Pasca Lebaran, Harga Pangan Melambung Tinggi, IKAPPI Ungkap Penyebabnya

Meski lebaran telah berlalu, namun, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih cukup tinggi.

Pasca Lebaran, Harga Pangan Melambung Tinggi, IKAPPI Ungkap Penyebabnya
faturahman
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, saat memantau harga sembako di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Meski lebaran telah berlalu, namun, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih cukup tinggi.

Bahan pangan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, hingga telur ayam masih menunjukkan harga yang tinggi bahkan ada yang mengalami peningkatan dibandingkan saat puasa dan lebaran.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengakui rata-rata harga bahan pangan hingga saat ini memang terpantau tinggi.

Dia menyebut, harga rata-rata cabai TW besar misalnya masih berkisar Rp 65.000 per kg, cabai merah sekitar Rp 50.000 per kg, bawang merah berkisar Rp 41.000 per kg, bawang putih pun masih berkisar Rp 44.000 per kg.

Berdasarkan data data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), per 7 Juni, harga bawang putih berkisar Rp 44.900 per kilogram (kg), meningkat dari 4 Juni yang sebesar Rp 42.550 per kg, harga bawang merah mencapai Rp 42.500 per kg, meningkat dari 4 Juni yang sebesar Rp 42.550 per kg.

Baca: Korban Banjir Mentewe Tanahbumbu Dievakuasi Saat Malam Hari, Ratusan Rumah Masih Terendam

Baca: Penyebab Syahrini dan Reino Barack Masih Tutup Kolom Komentar Instagram, Takut Haters Incess?

Baca: Jarang Diperhatikan, Pemilik Mobil Wajib Cek Empat Cairan Ini Usai Mudik

Baca: Menpan RB Beri Sanksi untuk ASN yang Bolos di Hari Pertama Sesudah Libur Lebaran Idul Fitri 2019

Harga cabai merah berkisar Rp 56.650 per kg. Sementara harga daging ayam ras hingga 7 Juni sudah mencapai 39.050 meningkat dari 4 Juni yang tercatat sebesar 38.650 per kg dan harga telur ayam ras mencapai 27.650 per kg dari 4 Juni yang sebesar Rp 25.650 per kg.

Abdullah menerangkan, penyebab tingginya harga beberapa komoditas pangan ini memang berbeda-beda tetapi umumnya hal ini disebabkan tidak adanya keseimbangan antara produksi dan permintaan di pasar.

Untuk bawang putih dan bawang merah misalnya. Tingginya harga tersebut dikarenakan produksinya yang tak banyak, tetapi permintaan di pasar cukup tinggi.

Menurutnya, salah satu faktornya bisa jadi disebabkan banyaknya petani yang berlibur saat lebaran sehingga panen tak dilakukan.

"Bisa jadi cabai atau bawangnya di pohon masih ada tetapi belum dipanen," tutur Abdullah kepada Kontan.co.id, Minggu (9/6).

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved