Bisnis

Pasca Lebaran, Harga Pangan Melambung Tinggi, IKAPPI Ungkap Penyebabnya

Meski lebaran telah berlalu, namun, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih cukup tinggi.

Pasca Lebaran, Harga Pangan Melambung Tinggi, IKAPPI Ungkap Penyebabnya
faturahman
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, saat memantau harga sembako di Palangkaraya 

Berbeda dengan bawang merah dan cabai, Abdullah mengaku masih kesulitan menjelaskan penyebab kenaikan harga bawang putih. Pasalnya, kegiatan impor sudah dilakukan, tetapi harga masih tetap tinggi.

Lebih lanjut Abdullah menyebut, permintaan atas daging ayam dan telur ayam ras justru cenderung lebih tinggi setelah puasa dan lebaran.

Inilah yang menyebabkan harga kedua komoditas ini justru mengalami kenaikan setelah lebaran. Sementara, dia menilai permintaan atas daging sapi akan tetap tinggi dalam satu bulan ke depan.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, Abdullah menilai kenaikan bahan pangan saat lebaran dan pasca lebaran tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu, permintaannya stabil dan stoknya ada, sekarang permintaan tetap tetapi stoknya kurang," tambah Abdullah.

Dia menambahkan, kurangnya stok tahun ini diakibatkan kurangnya koordinasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Selain itu, kurangnya persiapan menuju lebaran pun dianggap menjadi salah satu faktor.

"Tahu ini persiapannya lebih banyak ke pemilu," ujar Abdullah.

Terkait penurunan harga, Abdullah mengatakan masing-masing bahan pangan memiliki waktu yang berbeda-beda untuk bisa kembali normal.

Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, Abdullah berpendapat harga cabai, bawang, sayuran dan ayam dan telur akan mulai normal 2 minggu setelah lebaran sementara harga daging sapi diperkirakan masih tinggi sampai 1 bulan ke depan.

Baca: Wawancara Eksklusif : Yakob Sayuri Ingin Barito Putera Lebih Baik

Baca: PUPR Kalteng Pastikan November 2019, Jalan Layang Pangkalanbun-Kolam Sudah Fungsional

Baca: Kelakuan Mulan Jameela Saat Lebaran Tanpa Ahmad Dhani, Lihat Perlakuan Al, El dan Dul Padanya

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved