Berita Balangan

Perjuangan SMAN 2 Juai Suburkan Kebun Buah Langka, Siswa Lakukan Pembibitan Bertahun-tahun

Melestarikan tanaman langka terutama pohon buah lokal, yang sudah jarang ditemui, menjadi salah satu kegiatan SMAN 2 Juai Kabupaten Balangan.

Perjuangan SMAN 2 Juai Suburkan Kebun Buah Langka, Siswa Lakukan Pembibitan Bertahun-tahun
Istimewa/SMAN 2 Juai
Siswa SMAN 2 Juai Balangan, menanam biji buah lokal langka untuk dijadikan bibit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Melestarikan tanaman langka terutama pohon buah lokal, yang sudah jarang ditemui, menjadi salah satu kegiatan SMAN 2 Juai Kabupaten Balangan dalam rangka merindangkan sekolah.

Sejak beberapa tahun lalu sekolah ini melakukan pengelolaan tanaman buah lokal yang memang asli Balangan. Dari usaha ini, di halaman sekolah sekarang tumbuh beberapa tanaman buah lokal.

Program ini dijalankan SMAN 2 Juai juga sebagai salah satu persiapan untuk bersaing menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Kepala SMAN 2 Juai, Baihaki, mengatakan para guru dan siswa telah melakukan pembibitan dan penanaman antara lain pohon buah rukam, bubuku, pitanak, kadupar, maritam, mundar dan mahrawin.

Agar bisa melakukan pembibitan, mereka kerap harus rela menunggu hingga satu tahun saat datangnya musim buah.

“Kalau buah lokal dipastikan setahun sekali baru dapat biji untuk dijadikan bibit,” katanya. Jika biji yang dibibit gagal, terpaksa menunggu setahun lagi.

Baca: Ketakutan Syahrini dan Reino Barack di Instagram Berlanjut Saat Bulan Madu di New Zealand

Dengan demikian untuk mendapatkan bibit, mereka harus melakukan pemeliharaan intensif bertahun-tahun. Soalnya apabila ditanam dari anakan pohon akan lebih sulit hidup karena perlu penanganan khusus.

Untungnya di sekitar sekolah dan rumah murid masih banyak hutan yang ditumbuhi berbagai jenis pohon buah lokal. Biji buah lokal yang dikumpulkan kemudian dibibit di pekarangan sekolah. Di antaranya dilakukan pembibitan di green house.

Dari usaha ini, beberapa bibit di antaranya mulai tumbuh dan siap ditanam seperti buah rukam yang mirip anggur. Saat ini bibit rukam sudah berumur sekitar tiga tahun. Demikian pula bibit buah pitanak.

Ada juga buah kumbayau yang sekarang umur bibitnya sudah empat bulanan. “Untuk buah maritam dan bubuku masih dibibitkan di green house dan sebagian sudah ditanam di luar,” ujar Baihaki.

Tak hanya pohon buah lokal yang dikembangkan, beberapa tanaman lokal lainnya juga turut diperlihara di sekolah ini seperti berbagai jenis anggrek asli Pegunungan Meratus. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved