Berita Regional

Polisi Bekuk Dua Santri Pembuat Petasan di Blitar yang Lukai 2 Bocah serta Hancurkan Musala

Saat ditangkap, pelaku yang warga Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, tak melakukan perlawanan.

Polisi Bekuk Dua Santri Pembuat Petasan di Blitar yang Lukai 2 Bocah serta Hancurkan Musala
surya.co.id/imam taufiq
Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha memperlihatkan barang bukti petasan yang meledak dan melukai dua bocah serta menghancurkan musala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BLITAR - Polisi menciduk pembuat petasan yang meledak di Blitar, yaitu  Muhammad Najiullah (24), di rumah saudaranya, di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Sabtu (8/6/209) malam.

Saat ditangkap, pelaku yang warga Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, tak melakukan perlawanan.

"Saat ini dia, sudah kami amankan terkait kasus pembuatan petasan, hingga membuat dua bocah terluka bakar, dan satu musala hancur," kata AKBP Anisullah M Ridha, Kapolres Blitar.

Kepada petugas Muhammad Najiullah mengaku apa yang dilakukan itu tak disangkanya melukai orang lain. Sebab, dirinya bermaksud  merayakan malam Idul Fitra dengan membunyikan petasan.

"Terkait kasus ini, ia akan diancam pasal 1 Nomer 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang bahan peledak, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sebab, apa yang ia lakukan itu bisa menyebabkan orang terancam bahaya," ungkapnya.

Baca: Klarifikasi Polri Soal Beredar Pesan di WA, Densus 88 Menyadap & akan Tangkap Perwira TNI AD Aktif

Selain menangkap Muhammad Najiullah, petugas juga mengamankan Ahmad Masruri (24), yang juga warga Dusun Jombor, Desa Mandesan.

Keduanya itu diduga telah membikin petasan, yang terbuat dari plastik, dengan berisi oksigen. Ukurannya, diperkirakan panjang 2 meter dengan diameter 0,5 meter.

"Keduanya itu membuat bersama-sama, yang akan dipakai buat keramaian dalam rangka perayaan idul fitri," paparnya.

Akibat tindakannya itu, keduanya melukai dua bocah, yang masih di bawah umur, yakni M Rifai (12), dan Maulana (9).

Kedua korban yang masih tetangga pelaku mengalami luka bakar sekitar 75 persen. Hingga kini atau sekitar 5 hari, keduanya masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Wlingi.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved