Berita Kalteng

Samsuni Terpaksa Mutar Dua Jam Lebih Lama Lewat Jalur Alternatif, Jalan Pangkalanbun - Kolam Ditutup

Instansi terkait menutup jalan Pangkalanbun-Kotawaringin Lama pada H+5 lebaran sehingga semua kendaraan tidak bisa lewat, terutama roda empat.

Samsuni Terpaksa Mutar Dua Jam Lebih Lama Lewat Jalur Alternatif, Jalan Pangkalanbun - Kolam Ditutup
Istimewa/PUPR Kalteng
Pembangunan Jalan Layang Pangkalanbun-Kolam, hingga, Senin (10/6/2019) terus dikerjakan. Beberapa pengendara, sempat diperbolehkan lewat lokasi proyek, terjadi antrean panjang kendaraan yang ingin lewat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALANBUN - Kerusakan jalan arah Pangkalanbun-Kotawaringin Lama (Kolam) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah yang menghubungkan ke Kabupaten Lamandau dan Sukamara mulai diperbaiki dengan membangun jalan layang atau fileslabe.

Hingga, Senin (10/6/2019) perbaikan jalan yang selama ini terendam air dan becek saat musim hujan, akibat luapan sungai yang ada di sekitar lokasi terus dilakukan perbaikan dengan membangun jalan layang.

Instansi terkait menutup jalan tersebut pada H+5 lebaran sehingga semua kendaraan tidak bisa lewat, terutama roda empat.

Sementara itu, arus mudik lebaran 1440 Hijriyah, yang melewati jalan Pangkalanbun – Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) menuju Kabupaten Sukamara, tampak ramai dilalui oleh pemudik, terutama H-5 dan H+5 Lebaran, karena pemudik masih boleh lewat jalur Pangkalanbun-Kolam, namun antrean kendaraan hingga satu kilometer.

Baca: Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Pemko Banjarmasin Antre Isi Absensi Kehadiran di Acara Halal bi Halal

Beberapa pengendara yang lewat mengatakan, pihaknya lebih memilih jalan Pangkalanbun- Kolam, karena lebih dekat dibandingkan jalan alternatif lewat Lamandau."Tapi, mulai Senin (10/6/2019) hari ini kami tidak bisa lagi lewat Pangkalanbun-Kolam, karena ditutup untuk umum, karena kegiatan proyek jalan layang dilanjutkan, " ujar Samsuni, warga Sampit.

Menurut dia, dampak dari penutupan tersebut, pihaknya terpaksa lewat jalur alternatif lain, arah Lamandau, meski jarak tempuh lebih jauh dua jam, jika dibandingkan dengan jalan arah Pangkalanbun-Kolam."Terpaksa, karena tidak ada jalur lain selain jalan alternatif tersebut," ujar Fahmi, pengendara lainnya.

Pembangunan Jalan Layang Pangkalanbun-Kotawaringin Lama (Kolam), hingga, Senin (1062019)terus dikerjakan. Beberapa pengendara, sempat diperbolehkan lewat lokasi proyek.
Pembangunan Jalan Layang Pangkalanbun-Kotawaringin Lama (Kolam), hingga, Senin (1062019)terus dikerjakan. Beberapa pengendara, sempat diperbolehkan lewat lokasi proyek. (Istimewa/PUPR Kalteng)

Informasi terhimpun, selama musim hujan dalam dua pekan ini, jalur Pangkalanbun-Kolam padat dilalui pengendara yang ingin mudik dan balik lebaran, meski jalan berlumpur. Curah hujan tinggi, kondisi jalan di Km 34-35, dalam keadaan gembur dan berlumpur.

Baca: Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Pemko Banjarmasin Antre Isi Absensi Kehadiran di Acara Halal bi Halal

Para pengendara tetap nekat lewat jalur tersebut saat masih di buka, karena jarak tempuh yang lebih pendek jika dibanding lewat jalur alternatif yang memutar ke Lamandau yang jarak tempuhnya lebih lama  dua jam dibandingkan Pangkalanbun-Kolam.

Saat jalur Pangkalanbun-Kolam dibuka untuk pemudik dan arus balik,  pekerjaan pembangunan pileslab dihentikan sementara, sesuai kesepakatan pimpinan daerah di Kotawaringin Barat dalam pertemuan bersama untuk memperlancar arus mudik dan balik lebaran. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved