Berita Banjarbaru

Gratiskan Parkir, Ritel Modern di Kota Banjarbaru Tetap akan Dipungut Pajak Parkir

Ritel modern termasuk restoran, rumah makan, atau toko toko lain yang menggratiskan parkir itu tetap dikenakan pajak parkir

Gratiskan Parkir, Ritel Modern di Kota Banjarbaru Tetap akan Dipungut Pajak Parkir
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) kota Banjarbaru, Rustam Effendi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keberadaan ritel modern di Banjarbaru tersebar di Banjarbaru. Ternyata tidak tersentuh pajak parkir. Padahal sesuai aturan, telah diatur pada Undang-undang nomor 28 tahun 2009 dan Perda Kota Banjarbaru nomor 4 tahun 2011.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD) kota Banjarbaru, Rustam Effendi, Selasa (11/6/2019). Dirinci ya ada sekitar 39 titik untuk Alfamart dan 39 titik untuk Indomaret di Banjarbaru.

"Tak tersentuh pajak parkir, Ritel modern termasuk restoran, rumah makan, atau toko toko lain yang menggratiskan parkir itu tetap dikenakan pajak parkir," tegasnya.

Ya, dia menyampaikan pengelola atau pemilik yang gratiskan parkir maka beban pajak itu tanggung jawab pengelola atau pengusahanya.

Pihaknya sudah melakukan perhitungan, penilaian juga sudah disampaikan ke pihak manajemen terkait.

"kemudian kita tinggal tunggu respon mereka. Respon disini dalam bentuk kesediaan mereka untuk membayar sesuai perhitungan," katanya.

Baca: Komisi II DPRD Kalsel Pantau Pengembangan Alsintan di Tabalong Tingkatkan Efisiensi Petani

Baca: Saat Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara, Maia Estianty Posting Soal Instrospeksi Diri, Berkaitan?

Menurut Rustam, selama ini kosong dan padahal ini merupakan potensi besar. Berdasar potensi luasan halaman parkir itu sendiri yang telah dihitung berapa mobil motor parkir dan hal ini telah dilakukan survei.

"Respon mudahan positif. Pajak dan kewajiban, tidak ada alasan. Kalau mereka tidak ingin dibebani ya pungut parkir. Alhamdulilah ini salahsatu terobosan yang kami lakukan, pajak restoran juga fokus boleh dikatakan tinggal jalan. Aturan sudah lama dan memang sudah saatnya. Parkir inap bandara kan sudah garap," katanya.

Dikatakannya, Estimasi bila dari Indomaret saja Rp 80 juta perbulan dan Alfamart Rp 76 juta perbulan.

"Nah, Rp 156 juta perbulan. Sudah kami hitung , dasarnya sari buka sampai tutup sehari dikalikan 30 hari. Jika itu terkondisikan perbulannya , kita dapat Rp 1,8 Milyar pertahun. Itu baru ritel , belum lagi potensi lain seperti restoran yang menggratiskan parkir," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved