Berita Banjarmasin

Komisi II DPRD Kalsel Pantau Pengembangan Alsintan di Tabalong Tingkatkan Efisiensi Petani

Kunjungan dalam daerah Komisi II kali ini spesifik memantau dan mengevaluasi alat mesin pertanian (alsintan) berupa alat perontok padi.

Komisi II DPRD Kalsel Pantau Pengembangan Alsintan di Tabalong Tingkatkan Efisiensi Petani
Sekretariat DPRD Kalsel untuk banjarmasinpost.co.id
Suwardi Sarlan Ketua Komisi II DPRD Kalsel saat Monev Alsintan di Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Serap aspirasi dan pantau langsung perkembangan sektor pertanian di Kalsel, Komisi II DPRD Provinsi Kalsel sambangi Kabupaten Tabalong, Selasa (11/6/2019).

Didampingi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Dinas Perindustrian setempat, kegiatan monitoring dan evaluasi di Tabalong dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Suwardi Sarlan.

Kunjungan dalam daerah Komisi II kali ini spesifik memantau dan mengevaluasi alat mesin pertanian (alsintan) berupa perontok padi yang dikembangkan industri kecil menengah di salah satu daerah lumbung padi Kalsel tersebut.

Menggunakan mesin bermotor bertenaga 5-5,5 HP, alsintan perontok padi yang dikembangkan dapat memproses 1,3 hingga 1,5 ton padi per jam, jauh lebih efektif dibanding perontokan padi secara manual.

Baca: Ibnu Sina Mendadak Kunjungi Kantor Disdukcapil Kota Banjarmasin, Setelah Pantau via CCTV

Dengan dimensi ukuran cukup ringkas 2x1 meter dan berat hanya 15 sampai 20 kilogram, alsintan yang diproduksi dua industri kecil menengah lokal ini dapat dengan mudah dibawa ke berbagai lokasi persawahan.

Dipasarkan dengan harga Rp 7,9 juta hingga Rp 8,5 juta, alsintan perontok padi secara umum dapat dengan mudah dimiliki para petani secara berkelompok.

Dijelaskan Suwardi Sarlan, pengembangan alsintan dengan secara bertahap mengadopsi teknologi yang lebih baik merupakan cara yang tepat diterapkan di Kalsel.

Contohnya dengan operasional alsintan perontok padi dapat secara mudah dan simpel dipelajari para petani sehingga naikkan tingkat adopsi alsintan di kalangan petani Kalsel.

Ia mengaku optimis jika diadopsi secara luas di Kabupaten Tabalong bahkan di seluruh Kalsel, alsintan ini dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja para petani secara signifikan.

"Ini bisa dipakai perkelompok dan disewakan. Tentu memotong waktu dan bisa sangat bermanfaat ke aspek ekonomis. Dengan ada mesin ini juga bisa diolah sendiri daripada membayar jasa di daerah daerah lain," kata Suwardi.

Baca: Tarif Sewa Helikopter Syahrini dan Reino Barack yang Berbulan Madu di New Zealand

Meski demikian Ia nyatakan hal ini belum tentu secara signifikan meningkatkan nilai produksi gabah atau beras, karena hal tersebut tergantung tingkat produksi di lahan pertanian dipengaruhi faktor musim dan cuaca pula.

Walaupun terus ada kemajuan, Suwardi akui secara umum petani di Kalsel belum sepenuhnya cepat dalam mengadopsi alsintan moderen karena terbatas pada tingkat pemahaman akan teknologi yang digunakan dan lebih memilih alsintan dengan teknologi lebih sederhana.

Akibatnya, selain faktor biaya, penemuan dan kemajuan alsintan berteknologi moderen sering tak dapat langsung digunakan dan menemukan pasarnya di Kalsel.

"Ini yang terus diupayakan juga faktor SDM, tapi kami melihat sudah mulai lah banyak yang mau belajar mengarah ke teknologi lebih moderen di Kalsel ini," kata Suwardi Sarlan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved