Berita Tanahbumbu

Korban Banjir Tanahbumbu, Munpaati Mulai Gelisah Tinggal di Pengungsian di Batulicin, Ingin Pulang

Perasaan gelisah kini mulai menggelayuti pengungsi warga korban banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Batulicin, Tanahbumbu.

Korban Banjir Tanahbumbu, Munpaati Mulai Gelisah Tinggal di Pengungsian di Batulicin, Ingin Pulang
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Beberapa keluarga korban banjir masih tinggal di tempat pengungsian sementara di ruang kelas TK yang di tempati 50 jiwa di Batulicin, Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Perasaan gelisah kini mulai menggelayuti pengungsi warga korban banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Batulicin, Tanahbumbu. Mereka mulai tidak kerasan tinggal di tempat pengungsian.

Seperti diungkapkan Munpaati, perempuan berusia 55 tahun, warga Desa Suka Maju, Kecamatan Batulicin, Tanahbumbu ini saat ditemui banjarmasinpost.co.id di gedung TK yang dijadikan lokasi pengusian.

Merasa mulai tidak kerasan setelah satu hari dua malam tinggal di tempat pengungsian. Tidak seorang diri, perempuan parubaya ini bersama dengan anak dan cucunya.

Apalagi ruang kelas TK mereka tempati dengan ukuran sekitar 3x5 meter, ditempat belasasan kepala keluarga atau sekitar 50 jiwa.

"Kalau jatah makan sih terjamin. Tapi tetap merasa tidak betah, ingin cepat-cepat pulang ke rumah sendiri," kata Munpaati kepada banjarmasinpost.co.id didampingi putra dan seorang cucu cucunya.

Baca: NEWSVIDEO : Polisi Sebut Kelompok Terduga Teroris Ditangkap di Kalteng Terkait Jaringan JAD

Perasaan mulai tidak betah tinggal di tempat pengungsian, dengan alasan selain lantaran ayam piaraannya tidak tahu entah bagaimana. Namun juga terbenak di pikirannya tentang kondisi rumah semenjak di tinggal ke pengungsian.

"Semua barang-barang tidak sempat terangku semua. Bahkan satu sepeda motor masih di dalam rumah," ucapnya.

Tapi apalah daya, ketidak kerasan Munpaati tinggal di tempat pengungsian hanya sebatas keluhan. Karena air hingga hari ini banjir masih merendam rumahnya dan rumah warga lainnya.

Senada diucapkan Abdul Hamid yang juga tinggal di lokasi pengungsian tersebut.

"Mulai sudah tidak betah. Karena setiap hari biasanya melakukan aktivitas, sekarang cuman duduk-duduk," katanya Hamid.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved