Penangkapan Terduga Teroris Palangkaraya

Penangkapan Terduga Teroris di Palangkaraya, Pengelola Bedakan : Penghuni Tak Pernah Bersosialisasi

Selama sepuluh hari mereka menyewa bedakan memang tidak pernah bersosialisasi dengan kamar barak sebelah.

Penangkapan Terduga Teroris di Palangkaraya, Pengelola Bedakan : Penghuni Tak Pernah Bersosialisasi
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Bedakan atau tempat kost yang di gerebek densus 88 Polda Kalteng, di Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut Palangkaraya,Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pengelola bedakan atau tempat kos tujuh pintu yang ditempati oleh dua keluarga terduga teroris di Jalan Pinus Permai III Palangkaraya mengungkap ternyata para terduga teroris sudah sepuluh hari tinggal di bedakan yang jauh dari keramaian Kota Palangkaraya.

Lokasi barak yang disewa tersebut, tersembunyi dari keramaian Kota Palangkaraya, karena untuk mencapainya harus keluar masuk gang di kawasan Kelurahan Panarung yang dikenal padat penduduk dan banyak gang dan jalan tikus.

Kalangan wartawan pun, saat ingin mendatangi bedakan tempat mereka menyewa  menemui kesulitan dan banyak yang salah masuk gang, karena lokasinya memang agak tersembunyi di balik selokan.

Pengelola bedakan bernama Suwarti (30), saat dijumpai , Selasa (11/10/2019) mengaku, sepuluh hari yang lalu dia didatangi dua orang lelaki yang ingin menyewa dua pintu barak kosong miliknya, diapun menyabut dengan senang hati.

"Awalnya yang ingin menyewa barak (bedakan, red) hanya dua orang saja, tetapi setelah beberapa hari ada 12 orang atau dua keluarga menempati dua pintu kamar barak. Ada anak kecil empat orang lainnya dewasa, mereka memang tidak mau bersosialisasi," ujarnya.

Baca: Keanehan di Kuburan Dylan Sahara, Istri Ifan Seventeen Diungkap sang Ipar Saat Berziarah

Baca: Bukan Ivan Gunawan Atau Shaheer Sheikh! Ayu Ting Ting Ungkap Sosok yang Bikin Dia Klepek-klepek

Baca: Peluk & Tangis Dewi Perssik dengan Ibunda Rosa Meldianti di depan Jenazah Mertua Angga Wijaya

Baca: Rayakan Lebaran Ketupat, Suku Bajau Serumpun Hidangkan Ketupat dengan Hasil Laut

Diungkakapkan, selama sepuluh hari mereka menyewa bedakan memang tidak pernah bersosialisasi dengan kamar barak sebelah.

"Jangan kan dengan pak RT, dengan saya yang kamarnya di sebelah saja jarang sekali ngomong," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan tetangga sebelah bedakan, yang mengaku jarang melihat keluarga tersebut keluar rumah."Tapi suaminya sering keluar bedakan malam hari, mungkin mau beli makan di luar," ujar seorang warga belakang barak tersebut. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved