Tajuk

Prediksi Cuaca

Akibat curah hujan yang tinggi, wilayah di Kabupaten Kotabaru dan Batulicin dilanda banjir yang menggenangi belasan desa

Prediksi Cuaca
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pascalebaran musibah melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Akibat curah hujan yang tinggi, wilayah di Kabupaten Kotabaru dan Batulicin dilanda banjir yang menggenangi belasan desa.

Tak hanya menimpa warga yang tinggal kedua kabupaten tersebut. Yang paling parah menimpa Embung Tirawan di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Embung yang menjadi sumber air baku PDAM di sana jebol.

Diduga, akibat tingginya curah hujan di hulu sumber air embung, bendungan yang menjadi penahan air tak mampu membendung dan akhirnya jebol, Sabtu (8/6/2019) pagi.

Hingga Senin (10/6/2019), dampak banjir di kedua wilayah tersebut masih membuat warga tak bisa beraktivitas normal, ditambah hujan terus mengguyur wilayah pesisir Kalsel.

Berdasar musim, sebenarnya saat ini sudah masuk musim kemarau, berdasar data BMKG, tingginya curah hujan di Kalsel akibat aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscilallation (MJO).

Baca: Melawan Saat Dirampok, Petani Karet Ini Tewas Ditembak Pelaku

Baca: Kepulauan Tanimbar di Maluku Diguncang Gempa 5.8 Magnitudo

Baca: Pernah Alami Krisis Nuklir, Demi Ini Jepang Perbanyak Penggunaan Energi Nuklir

Gelombang MJO ini terjadi di Samudera Hindia, yang mengakibatkan interaksi atmosfer dan lautan secara global, dengan periode 30 hingga 90 hari dan bergerak merambat ke arah timur.

Akibatnya, kalau sebelum Lebaran 1440 Hijriah cuaca di Kalsel didominasi terik, namun pasca-Lebaran kondisi berubah 180 derajat, hujan berintensitas sedang hingga tinggi rata mengguyur wilayah di Kalsel.

Sebetulnya, peringatan diri sudah disampaikan BMKG pada 1-5 Juni 2019, tapi tidak ada yang menyangka kalau dampak hujan tersebut bisa menyebabkan banjir melanda wilayah pesisir Kalsel. Bahkan menyebabkan Embung Tirawan jebol.

Tentu kita tidak bisa langsung menyalahkan tingginya curah hujan yang melanda Kalsel, tapi pascabencana yang perlu ditindaklanjuti oleh berbagai pihak, agar dampaknya tidak menyebabkan kerugian lebih besar.

Keputusan tindakan pascabencana yang besinergi antarsemua pihak, dapat memastikan jumlah korban dan kerusakan yang terjadi bisa diminimalisasi. Semua instansi berwenang harus bahu membahu mengatasinya.

Termasuk bagaimana mengatasi rusaknya sumber air baku bagi PDAM Kotabaru pascajebol Embung Tirawan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi warga di sana.

Baca: Pernah Jabat Kapolda Metro Jaya, Sofyan Jacob Kini Tersangka Dugaan Makar, Begini Sosoknya

Baca: Demi Pertahankan Hubungannya dengan Jessica Mila, Mischa Chandrawinata Ungkap Ini ke Natasha Wilona

Ke depan, perlu juga antisipasi agar bencana serupa tak terulang. Tak hanya rutin mengecek kondisi bangunan seperti Embung Tirawan, juga kondisi lingkungan dan alam sekitar yang diperkirakan bisa terdampak curah hujan tinggi.

Apalagi, sebagian besar wilayah pesisir Kalsel telah mengalami kerusakan lingkungan akibat penambangan, yang bisa membuat dampak curah hujan tinggi berimbas pada munculnya bencana banjir dan tanah longsor.

Yang tak kalah penting adalah update prediksi cuaca yang disampaikan BMKG harus menjadi perhatian serius, sebagai acuan pihak terkait melakukan antisipasi tindakan yang dilakukan, guna menghindari munculnya bencana lebih besar. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved