Berita Kabupaten Banjar

Ratusan Itik Mati di Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Rajimi Rugi Belasan Juta, Disnakbun Sebut ND

Dalam kurun waktu tiga minggu, ratusan ekor itik mati di Desa Tatahlayap Kecamatan Tatahmakmur Kabupaten Banjar.

Ratusan Itik Mati di Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Rajimi Rugi Belasan Juta, Disnakbun Sebut ND
HO/Disnakbun Banjar
Petugas Disnakbun Banjar melakukan pemeriksaan penyebab matinya ratusan itik di Desa Tatahlayap, Kecamatan Tatah Makmur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Dalam kurun waktu tiga minggu, ratusan ekor itik mati di Desa Tatahlayap Kecamatan Tatahmakmur Kabupaten Banjar. Peternak itik di desa tersebut pun mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Seorang peternak itik, Rajimi mengatakan, kejadian itik mati ini sejak 20 hari terakhir ini. Jumlah itik miliknya yang mati bahkan pada Selasa (11/6) sore jumlahnya terus bertambah, sekitar 100 ekor dengan total jumlah itiknya yang mati mencapai 800 ekor, dengan nilai kerugian belasan juta rupiah.

"Dinas sudah datang memeriksa dan kami pun sambil membersihkan ternak dan mengobati, ini sudah musibah maka pasrah saja lagi, sudah berikhtiar," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, H Dondit Bekti, Selasa (11/6) di Martapura mengatakan, ratusan ekor itik itu mati tidak langsung sekaligus, tetapi setiap minggu jumlah yang mati puluhan sehingga dalam kurun waktu tiga minggu jumlahnya 600 ekor mati. Kematian bukan karena penyakit flu burung, tetapi karena penyakit ND atau New Castle Disease.

Baca: Kelompok JAD Aceh Ingin Jadikan Kalteng Pengasingan, 33 Orang Diamankan di Palangka dan Gunungmas

"Senin (10/6) kemari, tim sudah ke sana yakni kesehatan hewan Disnakbun dan sudah melakukan bedah bangkai. Melihat ciri-ciri kematiannya, sudah bisa dipastikan bukan karena penyakit flu burung tetapi ND tersebut," katanya.

Dia menjelaskan, kematian ratusan itik tersebut lebih disebabkan karena pengelolaan tehnis manajemen peternak yang kurang baik, diantaranya kebersihan kandang, sanitasi dan ventilasi udara yang kurang lancar sehingga kondisi kandang lembab dan pengab. Petenak setempat pun menyadari terhadap kekurangan atau kesalahan dalam pengelolaan.

Postal atau litter atau diganti artinya harus kondisi kering dan upayakan sinar matahari bisa masuk, peternak hendakanya selalu menjaga agar kandang yang tetap bersih bersih. Kejadian ini di Desa Tatahlayap Kecamatan Tatahmakmur dan menjadi harapannya tidak menyebar ke desa lainnya.

"Postal/litter itu artinya lantai untuk itik yang masih kecil. Di tempat kejadian ini, postalnya sudah bau dan mengeras bahkan bekas dipakai untuk itik dewasa yang pernah terserang penyakit yang sama. Penyakit seperti ini juga seringkali terjadi pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan," jelas Dondit.

Baca: Polsek Kalumpang Kabupaten HSS, Kawal Pengamanan Tes Tertulis Calon Perangkat Desa

Kerugian dari ratusan itik yang mati tersebut ditaksir sekitar Rp 12 juta, karena umur itik kurang dari satu bulan. Adapun ternak itik di Kabupaten Banjar tersebar di Kecamatan Tatahmakmur, Beruntung Baru, Aluhaluh, Gambut dan Sungaitabuk, dengan populasi itik di Kabupaten Banjar pada 2018 sebanyak 373.113 ekor dan produksi 2.572.331 kilogram per tahun, jumlah ini ada kenaikan enam persen dari tahun sebelumnya.

Pihaknya sudah menghimbau kepada petrnak agar saat masa-masa transisi seperti saat ini untul lebih berhati-hati, dengan cara memperhatikan kebersihan kandang itik. Jenis itik di Tatahlayap yang mati itu adalah itik Mojosari dan itik Alabio.

"Dalam pengelolaan ternaknya, semua peternak unggas seperti ayam dan itik harus selalu berpedoman pada aturan tehnis beternak secara benar, sesuai yang dianjurkan penyuluh di lapangan, sehingga diharapkan bisa terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan usahanya," himbaunya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved