Berita HST

Sahrani Dijerat Pasal Berlapis, Dibekuk Polsek Batang Alai Mencuri Handphone dan Membawa Sajam

Sahrani, dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki dan menguasai senjata tajam tanpa ijin.

Sahrani Dijerat Pasal Berlapis, Dibekuk Polsek Batang Alai Mencuri Handphone dan Membawa Sajam
HO/Humas Polres HST
Tersangka Sahrani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sahrani (19), warga Desa Muara Hungi RT 001 RW 001 Kecamatan Batang Alai Timur Kabupatem Hulu Sungai Tengah, dijerat pasal berlapis karena melakukan tindak kejahatan pencurian dan membawa senjata tajam tanpa izin.

Sahrani, dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki dan menguasai senjata tajam tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Ia juga dijerat kasus tindak pidana penggelapan sebagai mana di maksud dalam pasal 378 KUHP.

Sahrani ditangkap di Jalan Kesatria Desa Batu Tangga Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Saat diamankan ia membawa sebilah senjata tajam jenis pisau penusuk lengkap dengan kompang berwarna cokelat dengan panjang besi 15 sentimeter dengan panjang hulu tujuh sentimeter.

Baca: Kelompok JAD Aceh Ingin Jadikan Kalteng Pengasingan, 33 Orang Diamankan di Palangka dan Gunungmas

Sahrani diamankan pada Senin (10/6/2019) pada puk 11:00 Wita.

Sahrani ditangkap oleh anggota Polsek Batang Alai Selatan saar melaksanakan patroli menuju desa Batu Tangga.

Polisi melihat ada dua orang yang mencurigakan. Kemudian anggota polsek Batang Alai Selatan berhenti dan langsung menggeledah dan ditemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk lengkap dengan kompangnya.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Batang Alai Selatan  guna dilakukan   pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diperiksa rupanya Sahrani merupakan pencuri handphone di Ponsel di kawasan Birayang pada Jumat (7/6/2019) pada pukul 21.00 Wita.

Tak tanggung-tanggung, Sahrani mencuri dua handphone sekaligus yakni smart phone berwarna warna hitam dan berwarna Ungu.

Baca: NEWSVIDEO : Polisi Sebut Kelompok Terduga Teroris Ditangkap di Kalteng Terkait Jaringan JAD

Awalnya, Sahrani berpura-pura hendak membeli dengan memilih dan memegang handphone. Tak lama kemudian ia kabur dengan membawa dua smart phone tersebut.

Atas kejadian tersebut korbam mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, membenarkan penangkapan dan kejadian tersebut. Ia menghimbau kepada masyarakat agar jangan membawa senjata tajam tanpa ijin yang sah, serta selalu taat dan patuh hukum.

Selain itu, untuk kasus penggelapan akan proses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami berterimakasih atas peran serta masyarakat sehingga kasus ini dapat di ungkap," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved