Berita Tapin

Sejoli ABG asal HSS Diamankan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Ini Pengakuan Keduanya

Keduanya mengaku pelajar SMA di Kabupaten HSS berkendara menuju Kabupaten Tapin sengaja ingin menikmati suasana RTH Rantau Baru.

Sejoli ABG asal HSS Diamankan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Ini Pengakuan Keduanya
HO/Satpol PP dan Damkar Tapin
Sejoli ABG asal Hulu Sungai Selatan diberi penyuluhan agar tidak berbuat asusila di RTH Rantau Baru, Selasa (11/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Keberadaan Ruang Terbuka Hijau Rantau Baru di Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, memiliki daya tarik bagi kalangan milenial.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan menegaskan keberadaan RTH Rantau Baru akan dipercantik pemandangannya dan malam hari dibuat terang benderang.

Tujuan RTH Rantau Baru ke depannya menjadi andalan destinasi wisata buatan murah dan meriah dikunjungi warga yang melintas di wilayah Kabupaten Tapin sekaligus beristirahat.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan menegaskan keberadaan RTH Rantau Baru harus dijaga bersama-sama agar menjadi ikon Kota Rantau sebagai ibukota Kabupaten Tapin.

Makanya, pengunjung RTH Rantau Baru yang diduga ingin praktek asusila terjaring karena Pemerintah Kabupaten Tapin memasang mata dan telinga intelejen di sekitar kawasan itu agar tidak menodai motto Tamasa.

Terbukti, sejoli Anak Baru Gede (ABG) asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) diamankan personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 12.30 Wita.

Baca: Curhatan Luna Maya Setelah Bertemu Keluarga Faisal Nasimuddin di Bali, Sebut Perjuangan

Baca: Ratusan Itik Mati di Tatah Makmur Kabupaten Banjar, Rajimi Rugi Belasan Juta, Disnakbun Sebut ND

ABG itu berinisial MA (16) warga Sirih Banua, HSS dan YF (16) warga Tambikar, Kalumpang, HSS mengaku sedang menjalin asmara.

Keduanya mengaku pelajar SMA di Kabupaten HSS berkendara menuju Kabupaten Tapin sengaja ingin menikmati suasana RTH Rantau Baru.

Nahas, keduanya diamankan dan dua temannya lagi berhasil kabur begitu MA dan YF dibawa personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin.

Kepala Seksi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Supriadi mengaku pengungkapan kasus dugaan asusila itu atas informasi masyarakat.

"Kami berempat menggunakan dua unit sepeda motor memastikan informasi itu," katanya.

Baca: Kelompok JAD Aceh Ingin Jadikan Kalteng Pengasingan, 33 Orang Diamankan di Palangka dan Gunungmas

Baca: Isu Medsos Diblokir AS, Penjualan Handphone Huawei di Toko Ponsel Banjarmasin Cenderung Menurun

Ternyata dua pasangan. Cuma berhasil mengamankan satu pasangan.

"Kami berikan penyuluhan dan menandatangani surat pernyataan. Sang perempuan ingin kuliah dan tidak ingin menikah muda sehingga orangtunya tidak kami panggil. Keduanya saat diamankan cuma diduduk berduaan.

Sedangkan pasangan yang berhasil kabur itu yang diduga berpelukan dan berciuman sesuai informasi masyatakat yang kami libatkan mengungkap kasus ini," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved