Berita Kabupaten Banjar

Sidang Agenda Pembacaan Putusan Terdakwa Kasus Pemenggal Kepala di PN Martapura Ditunda

Rencana sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus pemenggal kepala di Pengadilan Negeri Martapura Kabupaten Banjar ditunda

Sidang Agenda Pembacaan Putusan Terdakwa Kasus Pemenggal Kepala di PN Martapura Ditunda
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily
Sidang perdana kasus pembunuhan dengan pemenggalan kepala di PN Martapura, mendengarkan dakwaan dari JPU terdakwa kasus pemenggalan kepala, Rabu (27/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Rencana sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa kasus pemenggal kepala di Pengadilan Negeri Martapura Kabupaten Banjar ditunda, Selasa (11/6/2019).

Sidang pembacaan putusan kembali dijadwalkan pada Senin 17 Juli 2019 mendatang.

Salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Syaiful membenarkan sidang yang diagendakan pada Selasa (11/6/2019) ditunda. Hal ini berdasarkan informasi yang diterimanya, karena Panitera Pengganti di PN Martapura belum siap putusannya.

"Belum siap putusan Panitera Pengganti," singkatnya.

Sedangkan Sidang di Pengadilan Negeri Martapura, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah membacakan tuntutan untuk pelaku pemenggal kepala, terdakwa Rahmadi, Kamis (23/5) lalu. JPU yang terdiri dari M Syaiful dan Arie Zaky itu, menuntut hukuman 20 tahun penjara, pasal 340 KUHP.

Baca: Hewan Wajib Divaksin, di Tempat Penitipan Kucing Banjarmasin Ini Ada Ruang Bermain,

Kepala Bidang Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Apriady mengatakan, pihaknya menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP ancaman hukuman 20 tahun karena berdasarkan fakta-fakta yang ada, serta berkonsultasi dengan Pimpinan dan Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Disebutkannya yang menjadi pertimbangan adalah, terdakwa merasa sakit hati sering dibully oleh korban bernama M Safrudin (19), serta hanya satu orang saksi yang mengetahui bahwa terdakwa membawa parang dengan alasan untuk menjaga diri. Terdakwa tidak ada niat untuk membunuh korbannya.

"Terdakwa mengajak korban untuk mencari pekerjaan, tidak ada niatan untuk membunuh korbannya. Kemudian, sepanjang perjalanan, terdakwa ini bertanya kepada korban kenapa setiap hari selalu membully dirinya namun tidak dijawab oleh korban," katanya.

Baca: Mau Buka Tenant di Bandara Syamsudin Noor? Seleksinya Diperpanjang HIngga 20 Juni 2019

Lanjut Apriady, karena pertanyaannya tidak dijawab oleh korban, maka barulah muncul niat terdakwa membunuh korban. Adapun alasan membawa parang untuk jaga diri, karena dari segi fisik jika berkelahi maka bisa dimenangkan oleh korban, selanjutnya pada ikat pinggang korban ada senjata tajam yang merupakan ikat pinggang dimodifikasi pisau.

Terdakwa menebas leher korban, karena jika menghujamkan parang yang dibawanya ke anggota tubuh lainnya, si terdakwa khawatir korban pasti melakukan perlawanan dan dirinya pasti kalah. Ditegaskan Apriady, terdakwa tidak ada niat awal untuk membunuh, membawa parang awalnya sekedar untuk menjaga diri.

"Sudah kami sampaikan kepada Kejati beserta argumen-argumennya dan pertimbangan-pertimbangan, akhirnya sependapat dituntut 20 tahun. Memang pembunuhan yang dilakukan terdakwa secara sadis, tetapi kami berdasarkan fakta-fakta itulah," jelasnya.

Aksi yang dilakukan oleh Rahmadi itu sempat membuat geger, diawali dengan temuan badan tanpa kepala di daerah Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Selasa (20/11/2018). Resmob Polda Kalsel, Tekap Resmob Polres Banjar serta Buser Polres Tala menangkap pelaku bernama Rahmadi (19).

Pria yang akrab disapa Madi itu ditangkap dirumah kontrakkannya di Gang 55 Desa Bentok Kecamatan Bati-bati Kabuaten Tanah Laut, Kamis (22/11) sekitar pukul 00:50 Wita lalu. Petugas pun menggelendangnya ke Polres Banjar bersama barang bukti motor korban jenis Yamaha Jupiter MX warna biru milik korban, dan Yamaha Vixion milik pelaku serta baju pelaku yang diduga ada bercak darah.

Baca: 26 CCTV Pantau Kawasan Kota Banjarbaru, Bisa Diakses Lewat Ponsel

Terdakwa yang akrab disapa Madi itu membuang kepala korban ke bawah Jembatan Barito usai menghabisi korban. Maka dipimpin langsung Direktur Kriminal Kombes Sofyan Hidayat pelaku dibawa ke jembatan Barito untuk menunjukan tempat ia membuang kepala korban. Kamis pada 22 November 2018 dinihari lalu.

Namun karena air sedang pasang dan cuaca gelap pencarian pun ditunda dan dilanjutkan pada Kamis (22/11) pagi dan sekitar pukul 10.00 Wita kepala korban ditemukan terbungkus tas korban. Tak hanya itu pada pencarian dipimpin Wadir Krimum AKBP Himawan Sugeha ini petugas juga menemukan senjata jenis parang yang diduga menghabiski korban yang dibuang bersama kepala korban. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved