Berita Kabupaten Banjar

Tak Ingin Dikeluhan, DLH Banjar Langsung Angkut Sampah Pasca Haul Datu Kelampayan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar mengakut sampah-sampah pasca pelaksanaan Haul Datu Kelampayan yang digelar sejak Jumat (7/6) malam.

Tak Ingin Dikeluhan, DLH Banjar Langsung Angkut Sampah Pasca Haul Datu Kelampayan
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Petugas kebersihan Dinas LH Banjar mengangkut sampah pasca Haul Datu Kelampayan, Selasa (11/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Tidak ingin kembali dikeluhkan warga dan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar mengakut sampah-sampah pasca pelaksanaan Haul Datu Kelampayan yang digelar sejak Jumat (7/6) malam dan puncaknya Senin (10/6) di Dalampagar Martapura Timur.

Sebanyak tiga buah dumptruk dan satu pikap serta kendaraan roda tiga dikerahkan, Selasa (11/6).

Sekretaris Dinas LH Kabupaten Banjar, Normansyah mengatakan, penanganan sampah pasca Haul Datu Kelampayan, Selasa (11/6/2019) pagi.

Armada yang dikerahkan mulai dari kendaraan roda tiga, mobil pikap hingga kendaraan berukuran besar yakni dumptruk.

"Mulai pagi tadi, karena penanganannya agar maksimal kami menunggu arus lalulintas tidak begitu padat. Total jumlah sampahnya antar 19 sampai 20 ton," katanya.

Baca: Gratiskan Parkir, Ritel Modern di Kota Banjarbaru Tetap akan Dipungut Pajak Parkir

Pihaknya berharap, kedepan agar koordinasi penanganan sampah bisa lebih baik lagi dengan panitia haul dan stakeholder lainnya. Demi kenyamanan bersama, mengingat Kabupaten Banjar meraih piala Adipura tujuh kali berturut-turut.

Penanganan sampah di Desa Dalampagar Martapura Timur itu sebelum haul sempat dikeluhkan warga sekitar, dikarenakan lambannya sampah-sampah diangkut, sedangkan jamaah dari berbagai daerah terus berdatangan. Warga setempat pun sempat waswas karena malu sebagai tuan rumah haul, sampah berserakan.

"Sampah disekitar lokasi jarang terangkut truk sampah. Bahkan kadang empat hari baru diangkut, itupun sopirnya beralasan sudah penuh dan kami tidak berani melaporkannya langsung kepada bidang kebersihan dinas lingkungan hidup," keluh seorang warga biasa disapa Utuh.

Dia juga mengeluhkan, jika truk sampah sebelum memungut sampah yang ada di Desa Dalampagar Martapura ini, bak truk sudah dipenuhi oleh bulu ayam, kemungkingan sehabis memungut dari Desa Tunggulirang. Sehingga sampah di Desa Dalampagar Martapura tidak terangkut semua.

Pernah ada warga lainnya menanyakan perihal tersebut kepada sopir truk sampah tersebut, justru diajak berkelahi. Bahkan dirinya menilai, perilaku sopir sepertinya dalam pengaruh minuman beralkohol dikarenakan pembawaannya seperti orang mabuk.

Baca: Komisi II DPRD Kalsel Pantau Pengembangan Alsintan di Tabalong Tingkatkan Efisiensi Petani

"Supan (malu,red) kami, banyak tamu datangan di acara Haul Datu Kelampayan, tetapi sampahmya banyak sekali," keluhnya lagi.

Fakta ini bertolak belakang atas Kabupaten Banjar kembali berhasil meraih penghargaan Adipura Tahun 2018.

Penghargaan dibidang pengelolaan lingkungan dan kebersihan ini merupakan yang ketujuh kali diterima secara berturut-turut yang diserahkan oleh Wakil Presiden HM Yusuf Kalla beserta Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar kepada Bupati Banjar, H Khalilurrahman di Auditorium Wahana Manggala Bhakti, Kementerian Lingkungan Hidup, di Jakarta Senin (14/1/2019) lalu. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved