Berita Kalteng

Tiket Mahal, Bandara Tjilik Riwut Sepi, Penumpang Kapal Laut di Kalteng Meningkat 12, 48 Persen

Kenaikkan harga tiket pesawat telah terjadi dalam beberapa bulan ini dan berdampak pada sepinya warga Kalteng bepergian menggunakan pesawat terbang

Tiket Mahal, Bandara Tjilik Riwut Sepi, Penumpang Kapal Laut di Kalteng Meningkat 12, 48 Persen
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Terminal Penumpang Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, sepi , akibat tingginya harga tiket pesawat mengakibatkan warga Kaltang beralih lewat kapal laut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kenaikkan harga tiket pesawat telah terjadi dalam beberapa bulan ini dan berdampak pada sepinya warga Kalteng bepergian menggunakan pesawat terbang.

Menurunnya penumpang pesawat tersebut, tampak pada terminal penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang baru dioperasionalkan. 

Dibangun megah engan kapasitas ribuan orang,  penumpang yang melakukan perjalanan melalui bandara setempat masih minim.

Beberapa warga Kalteng mengaku, lebih memilih transportasi laut untuk bepergian, lantaran harga tiket pesawat yang melambung tinggi.

"Ga sanggup naik pesawat harganya selangit, dulu Rp500 ribu sudah bisa ke Jakarta sekarang rata-rata Rp1,5 juta," ujar Muhammad Saleh, warga Palangkaraya, Selasa (11/6/2019).

Baca: Suami Citra Monica Akhirnya Lapor Polisi Seusai Video Ifan Seventeen Digerebek Viral di Medsos

Baca: Diduga Mabuk, Pengemudi Mobil Honda City Ugal-ugalan di Batola, Tiga Kali Nabrak, Dua Orang Tewas

Baca: Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dibuka, Peserta Hindari Hari Pertama

Baca: Penampakan Bra di IG Suami Syahrini, Milik Incess? Ini Fakta Pilu di Balik Foto Reino Barack Itu

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Jumlah penumpang melalui transportasi laut mengalami kenaikkan sebanyak 12,48 persen dari 19.270 orang (Maret 2019) menjadi 21.674
orang (April 2019).

Arus lalu lintas barang melalui laut turun 6,18 persen dari 1,38 juta ton (Maret 2019) menjadi 1,30 juta ton (April
2019). Penurunan berasal dari volume muat barang (8,91persen).

Sementara, Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, mengungkapkan, frekuensi penerbangan turun 5,98 persen dari 1.740 penerbangan (Maret 2019) menjadi 1.636 penerbangan (April 2019).

Jumlah penumpang melalui transportasi udara turun 5,02 persen dari 125.858 orang (Maret 2019) menjadi 119.534 orang (April 2019).

"Ini memang salah satunya dipengaruhi oleh harga tiket yang tinggi," ujarnya.

Baca: Densus 88 Gerebek Bedakan di Palangkaraya, Amankan Penghuni dan Sejumlah Barang

Baca: Melawan Saat Dirampok, Petani Karet Ini Tewas Ditembak Pelaku

Baca: Ayahanda Dewi Perssik Meninggal Dunia, Ini Kesan Bupati Jember Faida Semasa Hidup

BPS juga melansir, arus lalu lintas barang melalui udara juga turun 12,74 persen dari 1.303 ton (Maret 2019) menjadi 1.137 ton (April 2019).

Penurunan berasal dari volume bongkar barang  (22,25 persen).

Melalui pelabuhan laut, aktivitas penumpang terkonsentrasi di Kumai (61,89 persen) dan barang di
Sampit (52,53 persen). Sedangkan melalui pelabuhan udara, masih terkonsentrasi di Tjilik Riwut baik aktivitas
penumpang (52,03 persen) maupun barang (53,21 persen). (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved