Berita Kabupaten Banjar

Bawaslu Banjar Proses Dugaan Penggelembungan Suara Internal Caleg PKB di Pemilu 2019

ebelumnya, Bawaslu Banjar sudah meminta klarifikasi caleg PKB untuk DPRD Provinsi daerah pemilihan Kasel 2, yakni Eko Sujarwo, Ali Syahbana.

Bawaslu Banjar Proses Dugaan Penggelembungan Suara Internal Caleg PKB di Pemilu 2019
banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaili
Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri menerima laporan dugaan kecurangan Pemilu di dapil 5 Kabupaten Banjar, Kamis (9/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Bawaslu Banjar menjadwalkan memintai keterangan Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hormansyah pada Kamis (13/6) terkait kasus dugaan penggelembungan suara internal caleg PKB untuk DPRD Provinsi Kalsel. S

ebelumnya, Bawaslu Banjar sudah meminta klarifikasi caleg PKB untuk DPRD Provinsi daerah pemilihan Kasel 2, yakni Eko Sujarwo, Ali Syahbana.

Ali Syahbana ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa dirinya dimintai keterangan di Kantor Bawaslu Kabupaten Banjar pada Selasa (11/6). Namun menurutnya sifatnya hanya klarifikasi saja terkait dugaan penggelembungan suara dan dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri mengatakan, untuk pemeriksaan kasus dugaan penggelembungan suara diinternal caleg PKB sedang proses. Pihaknya sudah memanggil dua caleg PKB dan Ketua KPU Kabupaten Banjar, Muhaimin yang mana saat dimintai keterangan berlangsung tertutup.

"Benar dua caleg PKB sudah dimintai keterangan, mereka diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Banjar, Pak Fazeri Tamzidillah dan komisioner, Rizki Wijaya Kusuma," kata Syahrial, Rabu (12/6/2019).

Baca: Kajari Tanbu Ajak Pegawai Nabung Buat Bekal Akhirat. Kumpulkan Bantuan Pegawai untuk Korban Banjir

Dia menjelaskan, ada beberapa pihak yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan penggelembungan suara calon anggota DPRD Provinsi Kalsel di Internal Parpol PKB tersebut. Bahkan pada bulan Ramadan lalu, Bawaslu Banjar juga sudah memintai keterangan salah satu saksi dari partai politik peserta pemilu lainnya, anggota PPK Karangintan.

"Namun yang hadir hanya bertiga, dua orang tidak bisa berhadir dan anggota Panwaslu Kecamatan Karangintan ada tiga orang hadir semua," imbuhnya.

Menanggapi tudingan Caleg dapil 5, Hj Elina Ariyati bahwa Bawaslu Banjar seakan pilih kasih, tebang pilih dalam memroses laporan dugaan penggelembungan suara seperti yang pernah dilaporkannya ke Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri menyangkalnya. Ditegaskannya, kasusnya berbeda.

Terkait dugaan penggelembungan suara diinternal caleg PKB modusnya dengan merubah atau mengambil perolehan suara partai dan salah satu caleg di internal partai PKB itu sendiri. Sedangkan apa yang dilaporkan caleg dapil 5, diantaranya Hj Erlina Ariyati, bahwa tudingannya tidak sesuai fakta.

"Berbeda. Kalau laporan caleg dapil lima sudah melebihi batas waktu pelaporan, ketika ada laporan yang ditujukan kepada KPU Banjar, pelapor malah tidak mau hadir, bagaimana kami bisa menindaklanjuti laporan yang bersangkungan, bahkan bukti-buktinya pun minim sekali," jelasnya.

Baca: Kecewa, Kadishub Kota Banjarmasin Tegaskan Tak Ikut Campur Lagi Rehab Kelotok Wisata Siring

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved