Berita Banjarmasin

Ini Ternyata Penyebab Kelotok Wisata Siring Pierre Tendean Kota Banjarmasin Pecah Jadi Dua Kubu 

Pasalnya ada dua kubu terbentuk pada kelompok tersebut, sebagaimana lokasi mangkal mereka, yakni di Taman Bekantan dan Manara Pandang, Banjarmasin.

Ini Ternyata Penyebab Kelotok Wisata Siring Pierre Tendean Kota Banjarmasin Pecah Jadi Dua Kubu 
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sejumlah kelotok wisata di dermaga Manara Pandang Banjarmasin terlihat berjejer di Sungai Martapura, Siring Pierre Tendean, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Baru-baru ini, motoris kelotok di Sungai Martapura, Siring Pierre Tendean, Banjarmasin dianggap sedang berseteru. Pasalnya ada dua kubu terbentuk pada kelompok tersebut, sebagaimana lokasi mangkal mereka, yakni di Taman Bekantan dan Manara Pandang, Banjarmasin.

Dari keterangan motoris kelotok di kawasan tersebut, Iyan, pemicu utama ketidakharmonisan keduanya yakni adanya niat penyatuan koperasi yang mengharuskan jabatan ketua pada kubu lainnya hilang. Sehingga posisi pemimpin hanya dikoordinasi satu orang, yakni dipegang oleh ketua koperasi.

“Sebenarnya, jika tidak harus menghilangkan posisi ketua kelotok, maka tidak masalah adanya koperasi yang menyatu pada dua kelompok. Tapi satu di antaranya nampak hendak menguasai,” jelas Iyan.

Lelaki yang sudah tahunan melakoni sebagai motoris itu menceritakan, kalau kubu di Manara Pandang setuju saja adanya koperasi. Asalkan ketua kelotok tetap ada, dan ketua koperasi juga terpisah. Bukan disatukan.

Baca: Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK , Kapolda Kalsel Keluarkan Himbauan, Begini Isinya

Baca: Berkah Masuk Top 10 Finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019, Livia Kebanjiran Tawaran Endorse

Terlebih, keberadaan koperasi ujarnya hanya untuk simpan pinjam. Meski memiliki badan hukum, namun sepengetahuannya koperasi juga belum berjalan secara maksimal. Selain itu, pemahaman Iyan juga untuk masuk koperasi tidak ada pemaksaan.

Masalah koperasi ini rupanya dianggap berdampak pada desain kelotok yang digalakan oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Dishub Kota Banjarmasin sempat menegur kelotok yang masih membawa penunpang di atas atap.

Sehingga pihaknya juga telah menyediakan desain baru agar pelancong wisata susur sungai tetap bisa menikmati pemandangan sungai tanpa harus berada di atap kelotok. Desain yang dianggap lebih aman dan menjaga keselamatan penumpang.

Baca: Sepekan Setelah Lebaran 2019, Gadai Emas di Kota Banjarmasin Naik Hingga 30 Persen

Baca: Ahmad Dhani Dikawal 6 Petugas Khusus, Eks Suami Maia Estianty Itu Pindah, Dekati Mulan Jameela?

Karena adanya kendala penolakan masuk koperasi tersebut, Kadishub Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik sempat menegaskan akan lepas tangan untuk urusan kelotok wisata di Sungai Martapura Siring, Pierre Tendean, Banjarmasin.

Sebutnya, ada tiga dinas yang menangani mengenai desain kelotok wisata, yakni Dishub Kota Banjarmasin, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan, serta Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin.

(banjarmasinpost.co.id/ isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved