Berita Banjarmasin

Jumlah Paslon Independen Pilgub Kalsel 2020 Berpengaruh pada Anggaran KPU, Begini Penjelasannya

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Kalsel akan digelar Tahun 2020 mendatang.

Jumlah Paslon Independen Pilgub Kalsel 2020 Berpengaruh pada Anggaran KPU, Begini Penjelasannya
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Sarmuji, Ketua KPU Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Kalsel akan digelar Tahun 2020 mendatang.

Walaupun pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel sebelumnya hanya ada tiga pasangan calon yang maju bersaing, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel tetap menyiapkan diri untuk akomodir penyelenggaraan Pilkada dengan lebih dari tiga pasangan calon.

Hal ini krusial karena menurut Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji, jumlah pasangan calon yang maju sangat berkaitan dengan nilai anggaran penyelenggaraan Pilkada yang dibutuhkan.

Karena itu, pada Pilkada 2020 pihaknya setidaknya mengajukan anggaran yang bisa mengakomodir hingga lima pasangan calon Kepala Daerah Provinsi Kalsel.

"Setidaknya kami siapkan untuk lima pasang calon, tiga dari independen," kata Sarmuji.

Baca: Pembohong Sebenarnya dalam Kasus Kriss Hatta & Hilda Vitria Diungkap Sosok Ini, Eks Billy Syahputra?

Komponen biaya terkait jumlah pasangan calon Kepala Daerah pada Pilkada menurut Sarmuji makin besar jika makin banyak pasangan calon Kepala Daerah berstatus independen yang maju bersaing termasuk faktor verifikasi faktual.

KPU sebagai penyelenggara Pemilu diamanahi untuk melaksanakan verifikasi faktual untuk mengecek dan mengevaluasi data dukungan masing-masing pasangan calon independen.

"Ada beberapa hal yang dilakukan untuk paslon independen termasuk verifikasi faktual yang dilakukan langsung oleh KPU, ini saja kira-kira bisa Rp 1 miliar lebih untuk satu paslon independen karena dilakukan di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel," kata Sarmuji.

Sedangkan pada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung partai politik, mekanisme ini tidak sepenuhnya dilakukan sendiri oleh KPU, sehingga biaya dapat ditekan.

Baca: Selain film Annabelle 3, Berikut Rekomendasi Film Horor Hollywood yang akan Tayang di 2019

Sebelumnya diketahui, KPU Provinsi Kalsel mengajukan usulan anggaran dana penyelenggaraan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 2020 sebesar kurang lebih Rp 150 miliar.

"Tentu terkait anggaran jika tidak seluruhnya terpakai akan dikembalikan ke daerah nanti setelah pelaksanaan selesai," kata Sarmuji.

Walaupun tinggal kurang lebih enam bulan menjelang Tahun 2020, KPU RI belum mengumumkan waktu pasti penyelenggaraan Pilkada 2020.

KPU Provinsi Kalsel pada sisa waktu Tahun 2019 ini menurut Sarmuji akan melakukan persiapan tahap awal dengan penyusunan anggaran lebih rinci, orientasi, hingga rapat-rapat lainnya untuk hadapi Pilkada 2020. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved