Berita Banjarbaru

Kadis PUPR Kalsel : Rencana Balai SPAM Banjarbakula Berbentuk BLUD atau Perusda Masih Tahap Kajian

Direncanakan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Banjarbakula diubah menjadi Perusda atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kadis PUPR Kalsel : Rencana Balai SPAM Banjarbakula Berbentuk BLUD atau Perusda Masih Tahap Kajian
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Air dari SPAM Regional Banjarbakula masuk ke Penampungan IPA II Pinus PDAM Intan Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Direncanakan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Banjarbakula diubah menjadi Perusda atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal ini masih dalam tahap kajian yang mana yang pas dan cocok.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar, Rabu (12/6/2019) mengatakan selama ini dari biaya jasa yang timbul langsung disetorkan ke kas daerah dulu dan tak bisa langsung dikelola oleh Balai SPAM.

Dia menyebutkan sudah sejak lama beroperasi Balai SPAM Banjarbakula ini Melalui instalasi pengolahan air (IPA) Pinus II, air curah dan air baku rutin didistribusikan ke PDAM Intan Banjar dan PDAM Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Dua perusahaan daerah ini untuk mendapatkan air harus mengganti biaya jasa pelayanan. Setiap transaksi, disetorkan langsung ke kas Pemprov Kalsel.

Baca: Pilkades Serentak akan Digelar 106 Desa di Balangan, Pemohon SKCK Alami Peningkatan

Sejatinya, dari biaya yang timbul tersebut digunakan kembali oleh Balai Pengolahan Air Minum (BPAM) Banjarbakula untuk keperluan operasional, seperti bayar listrik maupun membeli bahan kimia pengolah air.

Dana tersebut akan disalurkan kembali kepada BPAM melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel. BPAM tidak bisa menggunakan dana secara dari biaya ganti jasa yang dibayarkan oleh PDAM.

Roy tak menampik ada rencana membentuk BLUD atau perusda, namun perlu kajian yang mendalam.

Roy berujar, jika tidak dalam bentuk UPT/balai banyak kewenangan yang bisa dilaksanakan, bukan hanya terkait penggunaan biaya operasional yang bisa secara langsung, namun juga bisa mengembangkan program kegiatan.

"Contohnya kalau boleh secara aturan bisa membuat produk air minum dalam kemasan," lontarnya.

Kepala BPAM Banjarbakula, Nazrudin Alhaidar menjelaskan, antara pihaknya dengan PDAM Tala dan Intan Banjar sudah menyepakati biaya jasa pelayanan.

Baca: Harga Baru KPR Subsidi di Kalsel Rp 153 Juta akan Diterapkan Juni 2019, BTN Banjarmasin Tunggu Pusat

Sebagian air curah PDAM Tala disuplai dari IPA Pinus dengan biaya Rp1.457 perliter kubik, sedangkan PDAM Intan Banjar, diberikam harga pelayanan sebesar Rp1.970 perliter kubik dan Rp188 rupiah perliter untuk air baku.

"Kami dari pemprov tidak mencari untung dari biaya jasa yang dikeluarkan oleh PDAM, biaya itu hanya untuk mengganti operasional. Bayangkan untuk membayar listrik di intake Bendungan Karang Intan saja perbulan Rp150 juta, sedangkan biaya yang dibayarkan PDAM Intan Banjar untuk air curah cuma Rp45 sampai Rp50 juta perbulan, tidak masalah karena kami bukan cari untung. Jadi bagi PDAM yang masih memerlukan akan kami layani," paparnya. (banjarmasinpost.co.id/lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved