Berita HSS

Museum Rakyat HSS di Kandangan, Simpan Benda Bersejarah Hingga Benda Budaya

Museum Rakyat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kini menjadi sarana edukasi masyarakat terkait sejarah perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Museum Rakyat HSS di Kandangan, Simpan Benda Bersejarah Hingga Benda Budaya
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pengujung mengamati senjata perang Brigjen H Hasan Basry di Museum Rakyat HSS, Rabu (12/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Museum Rakyat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kini menjadi sarana edukasi masyarakat terkait sejarah perjuangan melawan penjajahan Belanda, yang dipimpin Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Bahkan melalui Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah di HSS diimbau mengajak siswanya mengujungi Museum yang diresmikan pada Desember 2015 silam oleh Bupati HSS tersebut.‎

Kepala Seksi Cagar Budaya, Permuseuman dan Sejarah Disdik HSS, Herliana kepadabanjarmasinpost.co.id, Rabu (12/6/2019) menjelaskan, Museum Rakyat HSS ini awalnya adalah Gedung Juang. Namun, agar lebih menarik minat masyarakat lagi, diubah menjadi Museum Rakyat HSS sehingga tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah. Tapi juga menyimpan benda-benda budaya.

Di pintu masuk museum, pengunjung bisa melihat miniatur masjid Asyuhada, atau yang dikenal dengan masjid Baangkat, yang menjadi salah satu masjid tertua, dengan arsetiktur yang indah.

Baca: Harga Baru KPR Subsidi Rp 153 Juta Diterapkan Juni 2019, REI Kalsel Tunggu Konfirmasi Dirjen PUPR

Adapun benda bersejarah, terkait erat dengan perjuangan Brigjen H Hasan Basry. Selain foto-foto dokumen lokasi bersejarah, juga tersimpan peralatan makan dan minum Hasan Basry, termasuk aneka senjata perang yang digunakan pahlawan nasional tersebut saat melawan penjajah. Juga ada pakaian seragamnya.

"Benda-benda ini sekaligus menjadi saksi sejarah perebutan kemerdekaan di Kalimantan Selatan, yang harus diketahui dan disampaikan kepada generasi muda, khususnya para pelajar,"kata Herliana.

Anak-anak memanfaatkan waktu liburnya mengujungi Museum HSS, Rabu (12/6/2019).
Anak-anak memanfaatkan waktu liburnya mengujungi Museum HSS, Rabu (12/6/2019). (banjarmasinpost.co.id/hanani)

HSS satu-satunya kabupaten yang memiliki museum. Tiap hari, masyarakat boleh berkunjung karena dibuka untuk umum Senin sampai Jumat, saat jam kerja ASN. Para pengunjung, tak dipungut bayaran. Bahkan terdapat spot untuk berfoto di lantai 2, yaitu benda budaya berupa dua buah jukung, yang merupakan benda tradisi masyarakat HSS yang tinggal di perairan.

Baca: Kapolres Bikin Heboh Warga, Nyanyi Lagu Kereta Malam di Acara Kawinan di Desa Rampa Kotabaru

Ada pula spot berfoto di sepeda ontel. Juga tersimpan foto-foto Bupati HSS dari masa ke masa, peralatan pertanian dan perikanan, seperti lukah. Alat pertanian, seperti gumbaan (alat tradisional perontok padi), alat penumbuk padi serta peralatan menanam padi zaman dahulu.

Anak-anak memanfaatkan waktu liburnya mengujungi Museum HSS, di Kandangan, Rabu (12/6/2019).
Anak-anak memanfaatkan waktu liburnya mengujungi Museum HSS, di Kandangan, Rabu (12/6/2019). (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Sedangkan benda lainnya, adalah alat musik tradisional. Kami terus sosialisasikan keberadaan museum ini lebih luas lagi, selain ke pelajar TK, SD, SMP dan SMA,"kata Herliana.

Mengenai berbagai benda bersejarah dan benda budaya tersebut, menurut Herliana, sebagian didapatkan dengan membeli khususnya benda budaya. Sedangkan benda sejarah, merupakan titipan dari ahli waris para pejuang HSS untuk dirawat dan disimpan di museum dan bisa digunakan untuk pengetahuan sejarah.Dengan demikian, jangan sampai ada generasi muda yang buta sejarah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved