Mengenal Tradisi Bepapai di Batola

Sebelum 'Bertempur' Malam Pertama, Pasangan Pengantin di Batola Ini Dimandikan Bidadari Dulu

Tradisi unik saat pasangan di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola kuat di Batola..

Sebelum 'Bertempur' Malam Pertama, Pasangan Pengantin di Batola Ini Dimandikan Bidadari Dulu
Sarfin Warga Kabupaten Batola
Sepasang pengantin di Ulu Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola menjalani tradisi Bepapai atau dimandikan dulu sebelum bertempir. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Tradisi unik saat pasangan di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola kuat di Batola.

Seperti tradisi bepapai atau memandikan pasangan pengantin menjelang malam pertama. Tentu tradisi ini heboh saat digelar karena ditonton warga sekitar.

“Iya, pasangan pengantin di Ulu Benteng wajib mengikuti tradisi bapapai. Tiap kali menikah harus bapapai,” kata Sarfin (70), warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan,  Rabu (12/6/19).

Baca: 7 Bidadari yang Tak Muda Lagi Ini Memecah Kelapa Tua dan Telur Lalu Pengantin Berjalan 7 Langkah

Baca: Fakta Video Penggerebekan, Ifan Seventeen Sempat Sebut Citra Monica Sudah Cerai, Polisi Ungkap Ini

Baca: Biaya Bulan Madu Syahrini dan Reino Barack di New Zealand, Tarif Sewa Helikopter Saja Segini

Baca: Takut Karma? Raffi Ahmad Ngaku Takut Punya Anak Perempuan, Suami Nagita Slavina Ungkap Alasannya

Menurut Sarfin, memandikan pasangan pengantin menjelang malam tak dilakukan sembarang orang.

Namun yang memandikan haruslah sepasang bidadari di hadapan warga sekitar. Siapa bidadari tersebut?

“Banyak warga luar Marabahan berpikir, bidadari yang memandikan pasangan pengantin ini adalah bidadari dari Kahyangan. Jelas bukan Bidadari tersebut yakni para petugas adat setempat dan merekalah yang memandikan pasangan penganten ini di depan umum,” kata Sarfin.

Dalam tradisi bepapai atau memandikan pasangan pengantin di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola ada kepercayaan, jika ada garis keturunan salah satu mempelai melaksanakan bapapai, maka akan dilaksanakan bapapai seterusnya.

"Orang tua dulu yang melaksanakan tradisi bapapai mempercayai apabila tidak melakukan tradisi saat menikah maka akan mendapat sial atau malapeteka di kemudian hari,” ujar ujar

Sarfin (70), warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (12/6/19).

Menurut Sarfin, tradisi bepapai atau memandikan pasangan pengantin di Ulu Ulu Benteng ini tidak ada bacaan khusus yang dilontarkan saat bepapa.

Halaman
1234
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved